TARAKAN – Penyaluran bantuan pangan beras di Kota Tarakan masih terus berlangsung. Namun, proses distribusi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadapi kendala, akibat banyaknya perubahan data penerima sehingga berdampak pada percepatan penyaluran.
Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin, mengatakan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 ditargetkan rampung paling lambat 30 September sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.
“Distribusi ke kelurahan sudah sekitar 62 persen. Sementara yang sudah diterima masyarakat sekitar 42 persen. Sisanya terus kami kejar agar selesai sebelum akhir September,” katanya, Senin (14/9/2026).
Pada periode Juli–September tahun ini, bantuan pangan disalurkan kepada 30.267 KPM di Tarakan. Setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras atau 10 kilogram setiap bulan selama tiga bulan.
Menurut Zamahsyari, salah satu tantangan terbesar dalam penyaluran kali ini adalah tingginya perubahan data penerima. Hampir 40 persen data mengalami pergantian, sehingga membutuhkan penyesuaian sebelum bantuan dapat disalurkan.
“Perubahannya cukup besar. Ada penerima yang tidak ditemukan, ada data ganda, ada juga yang berubah status berdasarkan pemutakhiran data pemerintah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Bulog tidak memiliki kewenangan mengubah data penerima bantuan. Seluruh data penerima berasal dari pemerintah pusat yang mengacu pada kelompok desil 1 hingga desil 4.
Dalam sejumlah kasus, terdapat warga yang sebelumnya masuk kategori desil 2 atau desil 3, namun setelah pemutakhiran berubah menjadi desil 6 sehingga tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.
“Kalau ada perubahan data, itu bukan dilakukan Bulog. Kami hanya menyalurkan sesuai data yang diberikan pemerintah,” jelasnya.
Apabila terdapat penerima yang harus diganti, prosesnya dilakukan menggunakan data cadangan yang telah disiapkan pemerintah. Warga yang dinilai layak tetapi belum masuk daftar, juga dapat diusulkan melalui mekanisme musyawarah kelurahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Zamahsyari menambahkan, penyaluran bantuan dipusatkan di kantor-kantor kelurahan, agar lebih mudah dijangkau masyarakat sekaligus mempermudah pelayanan petugas Bulog.
Meski menghadapi kendala administrasi, Bulog memastikan ketersediaan beras untuk mendukung program bantuan pangan maupun Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap aman.
Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


