Polres Catat 12 Kasus Penemuan Mayat di Tarakan, Mayoritas karena Sakit

TARAKAN – Polres Tarakan mencatat sedikitnya 12 kasus penemuan mayat di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya sepanjang Januari 2025 hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, mayoritas korban diketahui meninggal dunia akibat faktor kesehatan dengan berbagai riwayat penyakit.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasi Humas IPTU Rusli mengatakan, data tersebut merupakan akumulasi laporan kejadian yang diterima jajaran kepolisian selama kurun waktu 17 bulan terakhir.

“Berdasarkan data laporan kejadian yang diterima jajaran kepolisian, terdapat beberapa peristiwa penemuan mayat di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya sepanjang tahun 2025 hingga Mei 2026,” ujar Rusli, Minggu (31/5/2026).

Dari total 12 kasus yang tercatat, sebanyak delapan korban diduga meninggal dunia karena sakit. Penyebabnya beragam, mulai dari gangguan pernapasan, penyakit jantung, kejang, hingga kondisi kesehatan lainnya.

Sementara itu, empat kasus lainnya merupakan dugaan bunuh diri. Berdasarkan hasil penanganan dan informasi yang dihimpun petugas, faktor pemicunya didominasi persoalan pribadi, hubungan asmara, hingga masalah keluarga. Salah satu kasus juga berkaitan dengan riwayat gangguan kejiwaan yang dialami korban.

Data kepolisian juga menunjukkan peningkatan jumlah kasus pada tahun 2026. Jika sepanjang 2025 hanya tercatat satu kejadian, maka sebanyak 11 kasus lainnya terjadi dalam rentang Februari hingga Mei 2026.

Rusli menegaskan seluruh kejadian telah ditangani sesuai prosedur yang berlaku. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban guna memastikan penyebab kematian.

“Kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur, termasuk olah TKP, pemeriksaan saksi, serta koordinasi dengan pihak keluarga korban,” jelasnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan maupun psikologis anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Menurutnya, deteksi dini terhadap penyakit maupun tekanan mental dapat membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan dan psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar, serta segera mencari bantuan medis ataupun pendampingan apabila ditemukan tanda-tanda gangguan kesehatan maupun tekanan mental,” pungkasnya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER