TANJUNG SELOR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan bahwa, pasokan BBM di SPBU 63.772.01 Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dalam kondisi aman. Pelayanan dan penyaluran seluruh produk BBM tetap berjalan normal, tanpa penghentian operasional maupun gangguan pasokan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, antrean didominasi kendaraan pengguna Bio Solar yang datang secara bersamaan pada jam-jam tertentu. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh kendaraan dari luar Kabupaten Bulungan maupun luar Provinsi Kalimantan Utara, yang melakukan pengisian di SPBU Jalan Sengkawit.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa Pertamina terus memantau ketersediaan dan penyaluran BBM untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
“Pasokan BBM di SPBU Sengkawit aman dan pelayanan tetap berjalan normal. Hingga Kamis (23/7/2026), realisasi penyaluran Bio Solar telah mencapai 107,9 persen dari kuota berjalan. Hal ini menunjukkan tingginya konsumsi Bio Solar, terutama ketika kendaraan datang secara bersamaan pada waktu tertentu,” ujar Edi.
Pertamina memastikan penyaluran BBM ke SPBU dilakukan secara berkala, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi operasional. SPBU lain di sekitar Tanjung Selor juga dapat menjadi alternatif pelayanan bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, DPRD, aparat penegak hukum, Dinas Perhubungan, pengelola SPBU, dan pemangku kepentingan terkait tengah membahas penerapan verifikasi STNK dalam pembelian BBM subsidi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian identitas kendaraan dengan QR Code, sehingga penyaluran BBM subsidi semakin tepat sasaran.
“Penerapan verifikasi STNK serta rencana penggunaan BBM nonsubsidi bagi kendaraan berpelat nomor dari luar Kalimantan Utara, masih menunggu ketentuan resmi melalui surat edaran pemerintah daerah. Pertamina siap mendukung pelaksanaannya setelah ketentuan tersebut diterbitkan,” jelas Edi.
Pertamina juga akan mengikuti rapat koordinasi bersama GAPENSI dan pemangku kepentingan terkait pada Selasa (28/7). Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut untuk mengevaluasi pola konsumsi, pengaturan antrean, penggunaan QR Code, serta penyaluran BBM subsidi di Kabupaten Bulungan.
Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan Dinas Perhubungan turut diperkuat untuk menertibkan kendaraan yang tetap parkir di luar area SPBU setelah selesai melakukan pengisian, agar tidak mengganggu lalu lintas maupun menimbulkan kesan antrean yang lebih panjang.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak memarkir kendaraan di sekitar SPBU setelah selesai melakukan pengisian.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


