Pasokan Air Menurun, Wali Kota Tarakan Minta Warga Hemat Air

TARAKAN – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di Kota Tarakan. Menurunnya debit air di sejumlah embung membuat pasokan air bersih ke pelanggan mulai terbatas, bahkan distribusi di beberapa wilayah harus dilakukan secara bergilir.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi. Imbauan itu disampaikan Wali Kota Tarakan Khairul di tengah pemerintah daerah yang juga tengah mempersiapkan langkah penanganan menghadapi potensi krisis air bersih.

“Karena pasokan air bersih dari PDAM dan embung berkurang akibat curah hujan, makanya mulai digilir. Marilah kita bersama-sama menghemat penggunaan air bersih dalam kehidupan sehari-hari,” kata Khairul di Tarakan, Minggu (13/9/2026).

Khairul mengajak masyarakat menggunakan air sesuai kebutuhan dan menghindari pemborosan agar pasokan yang tersedia tetap dapat memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau.

Selain menghemat air, dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar hutan, lahan maupun sampah sembarangan karena cuaca kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Saat ini kita memasuki musim kemarau. Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membakar hutan, lahan maupun sampah secara sembarangan guna mencegah bencana kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Tarakan yang juga Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Abdul Azis Hasan, mengatakan hasil rapat bersama Perumda Air Minum (PDAM), BMKG, dan instansi terkait menunjukkan kapasitas produksi air bersih di sejumlah instalasi pengolahan air (IPA) kini hanya sekitar 50 persen dari kondisi normal.

Menurutnya, apabila dalam 10 hari ke depan hujan tidak turun sesuai kebutuhan, produksi air bersih dikhawatirkan kembali menurun sehingga berpotensi memicu krisis di sejumlah wilayah, terutama Tarakan Timur, Tarakan Barat, dan Tarakan Tengah.

Atas kondisi tersebut, BPBD telah merekomendasikan kepada Wali Kota Tarakan untuk menetapkan status siaga darurat sebagai langkah antisipasi. Selain itu, pemerintah juga mulai menyiapkan rencana kontingensi, termasuk menginventarisasi titik-titik distribusi air bersih apabila nantinya diperlukan dropping air kepada masyarakat.

Dengan penghematan penggunaan air sejak dini, Pemkot berharap cadangan air baku yang masih tersedia dapat dimanfaatkan lebih lama sembari menunggu kondisi cuaca kembali normal. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER