TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan resmi menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah Ramadan 2026. Tahun ini, nilai zakat fidyah tetap sementara zakat fitrah mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Tarakan, Sofyan Riduan, mengatakan penetapan tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi bersama Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Ekonomi Kesra, Baznas, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Sekretariat Kota Tarakan, hingga organisasi masyarakat Islam.
“Hasil rapat menetapkan tiga kategori konversi harga beras. Tertinggi Rp18.000 per kilogram, kemudian Rp16.000, dan terendah Rp14.000,” ujar Sofyan, Minggu (8/2/2026).
Sementara itu, besaran fidyah tahun ini tidak mengalami perubahan, yakni tetap Rp30.000 per hari, sama seperti tahun lalu.
Sementara untuk zakat fitrah mengalami penurunan. Menurut Sofyan, penurunan ini disebabkan stabilnya harga beras di pasaran. “Besaran Fidyah tetap, yang justru turun zakat fitrah, tahun kemaren Rp Rp20.000, sekarang Rp18.000 yang tertinggi,” jelasnya.
Kemenag Tarakan juga mengimbau masyarakat menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, seperti Baznas, LAZ yang berizin, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid yang telah mendapat SK dari Baznas. Sofyan menegaskan, secara syariat zakat fitrah sebaiknya dibayarkan dalam bentuk beras sebagai makanan pokok.
“Kalau bisa zakat fitrah itu dibayarkan dengan beras, sesuai dengan apa yang dikonsumsi sehari-hari. Ini untuk menghindari keraguan dalam pelaksanaannya,” katanya.
Terkait penghimpunan zakat, Sofyan mengungkapkan total zakat yang tercatat pada 2025 masih tergolong rendah, yakni sekitar Rp13 miliar dalam setahun. Angka tersebut berasal dari laporan Baznas dan delapan LAZ yang beroperasi di Tarakan.
“Tahun ini kami akan memperbaiki sistem pelaporan. UPZ masjid akan diwajibkan mengisi formulir laporan agar data penghimpunan dan penyaluran zakat lebih akurat,” ujarnya.
Dia berharap, dengan perbaikan sistem dan peningkatan kesadaran masyarakat, total zakat yang terhimpun pada 2026 dapat meningkat dibanding tahun sebelumnya. “Harapannya tahun ini bisa lebih besar,” tutup Sofyan. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


