TARAKAN – Meningkatnya digitalisasi layanan publik rupanya dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Di Kota Tarakan, ratusan warga dilaporkan hampir menjadi korban modus baru yang mengatasnamakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Penipuan ini berkedok aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), dengan berbagai cara, mulai dari pesan WhatsApp, surat undangan palsu, hingga tautan aktivasi yang meniru aplikasi resmi milik pemerintah.
Kepala Disdukcapil Kota Tarakan, Hery Purwono, mengatakan pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pesan atau tawaran aktivasi online.
“Kalau dari setahun terakhir, mungkin sudah ratusan (warga yang hampir tertipu),” ujar Hery, Minggu (2/11/2025).
Dia menegaskan, aktivasi IKD tidak dapat dilakukan secara online. Masyarakat wajib datang langsung ke petugas Disdukcapil untuk melakukan proses aktivasi. “Kalau ada yang bilang bisa bantu aktivasi dari jauh, itu sudah pasti penipuan. Aplikasi resmi hanya tersedia di Playstore dan Appstore dengan nama Identitas Kependudukan Digital berlogo Garuda merah putih,” jelasnya.
Menurut Hery, laporan penipuan serupa sudah diterima ratusan kali sepanjang tahun ini. Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari undangan palsu mengatasnamakan Ditjen Dukcapil, panggilan telepon dari “petugas capil” palsu, hingga tautan aktivasi berbahaya yang dapat mencuri data pribadi. “Biasanya mereka ingin mengambil data diri korban untuk kemudian membobol rekening lewat layanan m-banking,” tambahnya.
Hery pun mengimbau masyarakat agar selalu memastikan sumber informasi sebelum melakukan aktivasi atau memberikan data pribadi. “Kalau ragu, sebaiknya langsung datang ke kantor Disdukcapil Tarakan. Petugas kami siap membantu,” pungkasnya. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


