Wartawan Didorong Ikuti UKW untuk Tingkatkan Kompetensi

BONTANG — Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dalam acara yang digelar di Auditorium Taman Tiga Dimensi, Sabtu (2/5/2026).

Pelantikan tersebut mengusung tema “Wartawan Profesional, Pers Berintegritas” dan dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama sejumlah pejabat daerah serta unsur Forkopimda.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi PWI Bontang yang digelar pada 12 Februari 2026 lalu, sekaligus berdasarkan Surat Keputusan PWI Provinsi Kaltim Nomor 49/PWI-KT/KEP/III/2026 tentang pengesahan kepengurusan baru.

Dalam kepengurusan tersebut, Muhammad Kusnadi dipercaya menjabat Ketua PWI Bontang menggantikan Suriadi Said yang telah menuntaskan dua periode kepemimpinan.

Kusnadi didampingi Sekretaris Qadile Fachruddin S dan Bendahara Dahlia bersama jajaran pengurus bidang lainnya.

Dalam sambutannya, Kusnadi menegaskan pentingnya peran wartawan sebagai penjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu terverifikasi.

Ia menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya insan pers melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta berbagai program pelatihan berkelanjutan.

“PWI harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga independensi dan kepercayaan publik. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus akurat dan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, yang melantik langsung kepengurusan baru, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara fakta dan etika dalam dunia jurnalistik.

Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan melalui karya jurnalistik yang konstruktif dan mencerdaskan masyarakat.

“Tidak hanya mengejar fakta, tetapi juga menjunjung tinggi kebijaksanaan agar berita yang dihasilkan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turut menyampaikan apresiasi sekaligus harapan kepada pengurus PWI Bontang yang baru.

Ia menegaskan pers merupakan mitra strategis pemerintah sekaligus pilar penting dalam menjaga demokrasi yang sehat.

“Pers berperan besar dalam menyampaikan informasi yang akurat, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mengawal jalannya pembangunan daerah,” katanya.

Neni juga mendorong seluruh wartawan di Bontang mengikuti sertifikasi UKW sebagai bentuk penguatan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Selain itu, ia mengajak insan pers menjaga stabilitas daerah di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang berkembang.

“Bangun sinergi yang sehat. Kritik harus tetap konstruktif dan informasi yang disampaikan harus memberi nilai edukatif. Jangan sampai hoaks atau sensasi merusak kepercayaan publik. Pers harus menjadi penuntun opini yang bijaksana bagi masyarakat Bontang,” pesannya.

Pelantikan pengurus baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran pers di Kota Bontang dalam menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik di tengah perkembangan arus informasi yang semakin cepat. (MK)

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER