TANJUNG SELOR – Di balik agenda reses anggota DPRD Bulungan, tersimpan banyak cerita dan keluhan masyarakat yang masih membutuhkan perhatian pemerintah. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Bulungan, Tasa Gung, saat menggelar reses di beberapa lokasi baru-baru ini. Dari kunjungan tersebut, ia menemukan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat, khususnya mereka yang berada di tingkat bawah dan membutuhkan uluran tangan serta perhatian dari pemerintah.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian yakni Desa Gunung Seriang Kilometer 12, Kecamatan Tanjung Selor. Di desa ini, Tasa melihat langsung kondisi sejumlah fasilitas yang dinilai sudah memprihatinkan.
Kepada wartawan, Tasa mengisahkan hasil reses yang dilakukannya beberapa waktu lalu. “Kalau untuk reses kemarin, ada beberapa titik. Salah satunya Desa Gunung Sari, yang mana kita lihat kondisi desa saat ini sangat miris karena anggaran mereka juga sudah banyak terpangkas,” kata Tasa.
Menurutnya, reses bukan sekadar turun menemui masyarakat. Lebih dari itu, menjadi kesempatan bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan masyarakat.
Hal itulah yang dilakukannya dengan menggali berbagai usulan dan harapan masyarakat untuk kemudian diperjuangkan dan disampaikan kepada pemerintah daerah agar dapat direalisasikan.
“Salah satunya dari Desa Gunung Sari itu masalah fasilitas-fasilitas yang ada dalam lingkungan desa. Banyak jalan di dalam lingkungan itu sudah sangat tidak layak dipakai,” tuturnya.
Kondisi jalan yang rusak tersebut bukan hanya membuat aktivitas masyarakat terganggu, tetapi juga menyimpan ancaman bagi keselamatan warga yang setiap hari melintas.
Bahkan, sejumlah pengendara disebut pernah terjatuh ketika melintasi jalan tersebut. Kondisi ini membuat perbaikan jalan dinilai tidak bisa lagi ditunda.
“Kita berharap jangan sampai terjadi korban jiwa dulu baru diperhatikan. Kalau begini tentu bukan sesuatu hal yang kita inginkan,” bebernya.
Bagi Tasa, persoalan seperti ini tidak boleh hanya berhenti sebagai catatan dalam kegiatan reses. Aspirasi masyarakat harus diperjuangkan agar benar-benar mendapat perhatian dan solusi.
Sebagai wakil rakyat, dirinya mengaku akan terus berupaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui kewenangan yang dimiliki DPRD.
“Saya juga ikut memikirkan dan bagaimana memperjuangkan anggaran supaya bisa memperbaiki objek vital yang mereka butuhkan,” tukasnya.
Salah satu upaya yang akan diperjuangkan yakni melalui anggaran pokok pikiran (pokir) DPRD. Ia berharap, meski belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang ada, kehadiran pemerintah dan wakil rakyat tetap dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Mudah-mudahan ini bisa membantu walaupun tidak menjawab masalah secara keseluruhan, paling tidak kehadiran kita dapat mereka rasakan manfaatnya,” tandasnya. (*)
Martinus


