Udara Tarakan Tak Sehat, Disdik Minta Sekolah Batasi Kegiatan di Luar

TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan meminta sekolah membatasi kegiatan di luar ruangan, menyusul kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Tarakan tercatat menembus angka 104 pada Selasa (1/9/2026). Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.

Data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Ambien Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan di Pamusian, menunjukkan ISPU berada di angka 101 pada pukul 12.00 Wita. Empat jam kemudian, angka tersebut kembali naik menjadi 104.

Kondisi ini terjadi di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Tarakan. Jarak pandang di beberapa ruas jalan utama tampak terbatas. Sejumlah masyarakat juga terlihat mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha sebelumnya mengatakan sekolah tetap dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi ketika kualitas udara memburuk.

“Untuk Kota Tarakan ini sebetulnya masih dalam kategori sedang. Kalau kategori sedang itu, pembelajaran masih tetap dilaksanakan, cuma sudah dibatasi untuk luar ruangan (outdoor),” kata Tamrin, Rabu (2/9/2026).

Tamrin mengatakan, sekolah perlu mengambil langkah antisipasi untuk melindungi siswa maupun tenaga pendidik dari paparan udara yang tidak sehat. Salah satunya dengan menyiapkan masker bagi siswa dan guru.

“Disarankan kalau bisa memakai masker, menyiapkan masker. Kami berencana akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan, sebagai tindak lanjut kondisi kualitas udara yang dipengaruhi asap karhutla,” ujarnya.

Menurut Tamrin, penggunaan masker saat itu masih berupa imbauan dan belum menjadi kewajiban bagi seluruh siswa. Namun, sekolah diminta memastikan ketersediaan masker, sebagai langkah antisipasi apabila kualitas udara semakin memburuk.

Disdik juga belum mengambil keputusan untuk meliburkan sekolah. Pembelajaran tatap muka masih menjadi pilihan utama, sementara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat dipertimbangkan apabila kualitas udara semakin memburuk.

Dengan ISPU Tarakan yang kini mencapai 104, sekolah diminta lebih memperhatikan aktivitas siswa di ruang terbuka. Kegiatan yang berpotensi meningkatkan paparan terhadap asap, dapat dibatasi hingga kondisi kualitas udara kembali membaik.

Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER