Tes Urine Mendadak di Lapas Tarakan, Hasilnya Seluruhnya Negatif

TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan menggelar tes urine mendadak terhadap petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Klinik Pratama, Jumat (9/1/2026). Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba.

Tes urine tersebut diikuti 84 petugas pemasyarakatan dan 260 WBP dengan latar belakang tindak pidana narkotika. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan indikasi kandungan narkotika maupun obat-obatan terlarang lainnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mewujudkan lingkungan Lapas yang bersih dari narkoba. “Tes urine ini menjadi langkah nyata kami untuk memastikan Lapas Tarakan benar-benar bebas dari peredaran narkoba, sehingga berdampak langsung pada terjaganya keamanan dan ketertiban,” ujar Jupri.

Jupri menegaskan, pelaksanaan tes urine tidak hanya menyasar WBP, tetapi juga seluruh petugas pemasyarakatan sebagai bentuk pengawasan internal. “Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Hasil tes di Lapas Tarakan menunjukkan seluruh sampel urine, baik petugas maupun WBP, negatif narkoba,” tegasnya.

Pelaksanaan tes urine, kata dia, mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-46.PR.01.03 Tahun 2025 tentang Standar Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban di Lapas dan Rutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI Tahun 2026.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER