TANA TIDUNG – Seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kabupaten Tana Tidung (KTT) berinisial DR, melaporkan seorang oknum pegawai BRI ke Polres Tana Tidung. Laporan tersebut dibuat setelah DR mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan, yang menyebabkan bagian pelipis matanya mengalami luka lebam.
Menurut pengakuan DR, insiden itu bermula ketika pegawai bank datang ke kediamannya untuk melakukan penagihan setoran. Peristiwa tersebut kemudian berujung pada cekcok yang berakhir dengan dugaan aksi pemukulan.
Kepada awak media, DR menjelaskan rangkaian kejadian bermula pada 24 Juli 2026. Saat itu dirinya sedang berada di bandara dan hendak kembali ke Tana Tidung.
“Ketika sedang boarding dan melakukan scan barcode, saya mendapat telepon dari yang bersangkutan. Karena sedang bertransaksi, telepon itu saya matikan dan komunikasi kami berlanjut melalui WhatsApp,” ujar DR, Kamis (30/7/2026).
Dalam percakapan tersebut, DR mengaku sempat menanyakan apakah yang menghubunginya merupakan pegawai baru. Setelah dijawab bahwa yang bersangkutan memang pegawai baru, DR menyampaikan bahwa keterlambatan setoran yang dialaminya merupakan hal yang biasa, karena usahanya memiliki pendapatan yang lebih rendah pada akhir bulan.
“Saya bilang pantas tidak mengerti. Selama lebih dari dua tahun pinjaman saya berjalan lancar. Biasanya memang di akhir bulan pemasukan usaha menurun dan setoran dilakukan pada awal bulan,” tuturnya.
DR menambahkan, sehari sebelum kejadian dirinya kembali dihubungi melalui WhatsApp untuk menanyakan setoran, namun pesan tersebut belum sempat dibalas.
Pada sore harinya, saat baru tiba di rumah usai berjualan, pegawai bank tersebut datang untuk melakukan penagihan.
“Saya baru saja sampai di rumah bersama istri. Saya persilakan masuk, tetapi dia menolak. Kami kemudian terlibat adu mulut hingga dia mengajak saya ke jalan. Saat cekcok berlangsung, dia diduga memukul pelipis mata saya,” ungkap DR.
Merasa menjadi korban tindakan yang tidak semestinya, DR kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tana Tidung. Laporan itu telah diterima dengan nomor STTLPM/36/VII/2026/SPKT pada Selasa, 28 Juli 2026.
Sementara itu, awak media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Cabang BRI Tanjung Selor. Saat mendatangi kantor cabang sekitar pukul 09.45 Wita, wartawan ditemui oleh Sekretaris Cabang, Rahel.
Rahel menyampaikan, bahwa pimpinan cabang belum dapat memberikan keterangan secara langsung. Ia mengatakan pihak BRI akan menyampaikan penjelasan resmi melalui rilis kepada media.
“Nanti kami sampaikan rilis resmi kepada bapak-bapak sekalian,” kata Rahel.
Namun hingga pukul 16.00 Wita, pernyataan resmi dari pihak bank belum diterima. Saat kembali dimintai kepastian mengenai waktu penyampaian klarifikasi, Rahel hanya meminta awak media untuk menunggu.
“Berkenan ditunggu ya, Pak,” ujarnya singkat.
Media ini juga berupaya menghubungi Kepala Cabang BRI Unit Kabupaten Tana Tidung, Mila. Namun, hingga berita ini ditulis, pihak bank belum memberikan tanggapan resmi dan hanya menyampaikan bahwa informasi akan disampaikan kemudian.
“Nanti kami infokan, Pak,” jawabnya singkat.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


