TARAKAN – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kota Tarakan, memasuki tahapan Tes Bakat Skolastik untuk jenjang SMA. Hingga penutupan pendaftaran, jumlah pendaftar belum memenuhi kuota yang disediakan.
Berdasarkan data panitia, kuota SNT jenjang SMA sebanyak 40 siswa. Namun, jumlah pendaftar hanya mencapai 34 orang atau sekitar 85 persen dari kuota. Berbeda dengan jenjang SMP yang justru mencatat 65 pendaftar untuk kuota 40 siswa.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Kabid Dikdasmen) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edy Pujianto, sebelumnya mengatakan seluruh calon siswa SMA yang telah mendaftar tetap wajib mengikuti Tes Bakat Skolastik sebagai salah satu tahapan seleksi.
Pelaksanaan tes digelar secara daring di Laboratorium Komputer SMA Negeri 2 Tarakan, dan menggunakan sistem yang disiapkan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Hasil tes akan diolah langsung oleh panitia kementerian. Peserta nantinya dirangking berdasarkan nilai Tes Bakat Skolastik,” kata Edy, Kamis (30/7/2026).
Dia menjelaskan, kuota SNT di Tarakan masing-masing sebanyak 40 siswa untuk jenjang SMP dan 40 siswa untuk SMA. Meski jumlah pendaftar SMA belum mencapai kuota, seluruh peserta tetap harus mengikuti proses seleksi karena penentuan kelulusan didasarkan pada hasil Tes Bakat Skolastik, bukan sekadar jumlah pendaftar.
Persyaratan mengikuti seleksi antara lain memiliki nilai rata-rata rapor minimal 80 selama lima semester terakhir. Sementara itu, tes untuk jenjang SMP telah lebih dulu dilaksanakan pada Rabu (29/7/2026). Sebanyak 65 peserta mengikuti Tes Bakat Skolastik dalam dua sesi, karena jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia.
Sesuai jadwal, hasil seleksi SNT akan diumumkan pada 3 Agustus 2026. “Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya melakukan daftar ulang pada 4–7 Agustus sebelum mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai 10 Agustus 2026,” katanya.
Untuk tahun ajaran perdana, kegiatan belajar mengajar SNT Tarakan akan memanfaatkan gedung SMP Negeri 14 sebagai lokasi sementara, sambil menunggu pembangunan kampus permanen di Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


