Sungai Buaya Dangkal, PDAM Pastikan Distribusi Air di Tanjung Selor Tetap Aman

TANJUNG SELOR – Sungai Buaya yang menjadi salah satu sumber air baku bagi intake Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Benuanta  mengalami pendangkalan dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut sempat menjadi perhatian, mengingat Sungai Buaya selama ini turut menopang kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Tanjung Selor dan sekitarnya. Meski demikian, PDAM Danum Benuanta memastikan bahwa pendangkalan yang terjadi tidak sampai mengganggu distribusi air kepada pelanggan.

Direktur PDAM Danum Benuanta, Eldiansyah, menjelaskan bahwa sistem distribusi air bagi warga Bulungan tidak hanya bergantung pada satu sumber air baku. Saat ini, terdapat beberapa sumber alternatif yang tetap berfungsi optimal sehingga suplai air bersih ke masyarakat masih dalam kondisi aman.

“InsyaAllah aman, karena untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang ada di Sungai Buaya yang sebelumnya berkapasitas 150 liter, saat ini memang diturunkan menjadi sekitar 50 liter,” ujar Eldiansyah saat dikonfirmasi Wartawan, Minggu (29/3/2026).

Ia menambahkan, berkurangnya pemanfaatan air dari Sungai Buaya bukan tanpa alasan. Hal ini karena kebutuhan air bersih masyarakat Bulungan kini telah ditopang oleh dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) lainnya, yakni IPA yang berada di Jalan Padalelo  serta IPA di Desa Jelarai. Kedua fasilitas tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas distribusi air ke pelanggan.

Dengan adanya dukungan dari beberapa IPA tersebut, PDAM dapat melakukan penyesuaian kapasitas produksi dari masing-masing sumber air, termasuk mengurangi beban dari intake Sungai Buaya yang saat ini mengalami pendangkalan.

Terkait kondisi Sungai Buaya ke depan, Eldiansyah menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Utara guna mencari solusi penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan normalisasi atau langkah teknis lainnya agar fungsi sungai tetap optimal.

“Ke depan tentu kami akan berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Kaltara terkait kondisi Sungai Buaya agar bisa ditangani dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, meskipun kapasitasnya telah dikurangi, intake Sungai Buaya masih tetap dioperasikan untuk melayani sejumlah wilayah tertentu. Di antaranya kawasan pergunungan Jalan Rajawali, hingga beberapa area perkantoran seperti kawasan Agathis, Skip Durian, dan Jalan Jeruk.

PDAM memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan berarti. “Intake Sungai Buaya masih kami gunakan, khususnya untuk melayani daerah gunung, Jalan Rajawali, serta kawasan perkantoran seperti Agathis, Skip Durian, dan Jalan Jeruk,” tandasnya.(*)

Pewarta: Martinus

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER