TARAKAN – Perum Bulog Cabang Tarakan memastikan ketersediaan beras di wilayahnya masih dalam kondisi aman pasca Lebaran. Saat ini, stok beras medium tercatat sekitar 1.400 ton, sementara beras premium yang tersedia sekitar 1 ton.
Untuk memperkuat pasokan, Bulog juga telah memesan tambahan 40 ton beras premium yang kini masih dalam proses pengiriman dari Sulawesi. Tambahan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas stok sekaligus mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin, menegaskan bahwa kondisi stok saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. “Stok beras kita masih aman, baik medium maupun premium,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Dia menjelaskan, seluruh penyaluran beras tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk beras premium, HET ditetapkan sebesar Rp77.000 per kemasan 5 kilogram, sedangkan beras medium Rp65.500 per 5 kilogram. “Semua penyaluran tetap mengacu pada HET. Kami juga mengingatkan mitra agar tidak menjual di atas HET agar harga di pasaran tetap stabil,” tegasnya.
Lebih lanjut, Zamahsyari mengatakan distribusi beras premium dilakukan dengan skema yang sama seperti program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penyaluran dilakukan secara merata melalui berbagai jalur, mulai dari pasar tradisional, kios mitra Bulog atau Rumah Pangan Kita (RPK), hingga ritel modern dan jaringan kerja sama lainnya.
Menurutnya, langkah ini dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat dapat dengan mudah mengakses beras Bulog, baik medium maupun premium. “Penyaluran kita lakukan merata, baik ke pasar, mitra Bulog, maupun ritel modern, supaya masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dengan harga sesuai ketentuan,” jelasnya.
Dengan stok yang tersedia saat ini serta tambahan pasokan yang segera tiba, Bulog optimistis kebutuhan beras masyarakat Tarakan tetap terpenuhi.
Selain itu, distribusi yang merata juga diharapkan mampu menjaga kestabilan harga dan mencegah gejolak di pasaran.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


