Sepekan Libur Nataru, Mobilitas Penumpang di Pelabuhan Tengkayu I Capai 39 Ribu

TARAKAN – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan terpantau padat selama sepekan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam kurun waktu 20 hingga 28 Desember, tercatat sebanyak 39.504 orang lalu lintas melalui pelabuhan utama transportasi laut tersebut.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Keselamatan Angkutan Perairan UPTD Pelabuhan Tengkayu I, Widia Ayu Saraswati, mengatakan tingginya mobilitas masyarakat terjadi seiring meningkatnya perjalanan liburan dan kunjungan keluarga pada momen Nataru.

“Total penumpang yang melalui Pelabuhan Tengkayu I sejak 20-28 Desember mencapai 39.504 orang,” ujar Widia, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut penumpang tiba masih lebih dominan dibandingkan penumpang berangkat. Data mencatat penumpang tiba sebanyak 19.953 orang, sedangkan penumpang berangkat mencapai 19.551 orang.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, arus penumpang Nataru tahun ini mengalami kenaikan sekitar 9 persen. Sementara dari sisi perbandingan kedatangan dan keberangkatan, penumpang tiba mendominasi dengan selisih sekitar 12 persen.

“Dominasi penumpang tiba ini kemungkinan karena sebagian besar melanjutkan perjalanan ke daerah lain atau berlibur dan menetap sementara di Tarakan,” jelasnya.

Untuk tujuan keberangkatan, rute yang paling banyak diminati masih menuju Tanjung Selor, Nunukan, dan Malinau. Ketiga daerah tersebut menjadi tujuan utama penumpang, disusul Pulau Bunyu dan KTT.

Dari sisi operasional, Widia memastikan ketersediaan armada dalam kondisi aman. Pada hari dengan aktivitas tertinggi, tercatat sebanyak 52 armada beroperasi, sementara armada layak layar yang tersedia mencapai 57 hingga 58 unit. “Artinya, dari sisi armada masih cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia juga memastikan tarif speedboat tetap normal selama periode Nataru dan tidak mengalami kenaikan karena telah diatur dalam Peraturan Gubernur Kalimantan Utara.

Dalam pengawasan arus penumpang, pihak pelabuhan lebih menyoroti kelancaran sirkulasi penumpang dan keamanan barang bawaan. Widia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap barang pribadi, mengingat kasus barang tertinggal dan tertukar masih sering terjadi.

“Jika ada barang tertinggal, penumpang bisa langsung melapor ke petugas. Kami bekerja sama dengan KSKP untuk membantu penanganannya,” ujarnya.

Selain itu, seluruh armada speedboat reguler telah melalui ramp check dan dinyatakan layak beroperasi. Para motoris juga telah menjalani tes urine oleh BNN dan dinyatakan aman.

Pihak pelabuhan memprediksi puncak arus libur Tahun Baru akan terjadi pada 30 hingga 31 Desember, dan mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan serta datang lebih awal guna menghindari antrean.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER