TARAKAN – Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kota Tarakan telah menembus 100 persen dari prelist atau daftar awal yang ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam prosesnya, petugas juga menemukan puluhan usaha dan keluarga yang sebelumnya tidak tercantum dalam daftar awal.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, mengatakan capaian 100 persen tersebut dihitung berdasarkan jumlah sasaran yang tercantum dalam prelist awal.
Menurutnya, prelist disusun BPS dari berbagai sumber data, mulai dari data kependudukan hingga informasi usaha yang diperoleh dari kementerian dan pemerintah daerah.
“Kalau perkembangan pendataan per hari ini dibandingkan dengan prelist awal, itu sudah mendekati bahkan sudah tembus 100 persen,” kata Umar, Minggu (22/8/2026).
Meski demikian, capaian tersebut bukan berarti seluruh proses pendataan telah selesai. Dalam pelaksanaan sensus secara door-to-door, petugas masih menemukan keluarga maupun usaha yang belum masuk dalam daftar awal.
Umar menyebut, hingga saat ini penambahan data tersebut sudah lebih dari 30. “Penambahannya sudah lebih dari 30. Itulah yang membuat capaian bisa lebih dari 100 persen,” ujarnya.
Menurut Umar, munculnya data tambahan merupakan hal yang wajar karena kondisi penduduk dan dunia usaha sangat dinamis.
Dia mencontohkan warga yang sebelumnya tercatat tinggal di daerah lain, kemudian pindah dan menetap di Tarakan. Begitu pula dengan warga yang berpindah tempat tinggal di dalam Kota Tarakan karena menyesuaikan lokasi pekerjaan atau usaha.
Kondisi serupa terjadi pada dunia usaha. Sebuah usaha bisa berpindah lokasi karena tempat sebelumnya dinilai kurang ramai. Saat ditemukan di lokasi baru, usaha tersebut kemudian tercatat sebagai temuan baru.
“Justru kalau tidak ada penambahan itu yang aneh. Karena orang dinamis, usaha juga dinamis,” jelasnya.
SE2026 di Tarakan dilaksanakan dengan metode door-to-door sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Petugas mendatangi rumah maupun lokasi usaha untuk memastikan keberadaan usaha yang sudah masuk dalam prelist, sekaligus mencatat usaha dan keluarga tambahan yang ditemukan di lapangan.
BPS Kota Tarakan mengerahkan 148 petugas pendata lapangan yang didampingi 21 pengawas. Total terdapat 169 petugas yang terlibat dalam proses pendataan.
Umar menjelaskan, tujuan utama SE2026 adalah mencatat seluruh usaha berdasarkan skala dan klasifikasinya, mulai dari usaha besar, menengah, kecil, mikro hingga usaha super mikro.
Pendataan juga menyasar usaha yang tidak terlihat secara fisik, seperti usaha berbasis digital yang dijalankan dari rumah.
“Usaha berbasis digital sekarang banyak. Orang bisa bekerja dari rumah menggunakan laptop dan menghasilkan pendapatan. Itu juga perlu kita tangkap dan catat,” katanya.
Selain mendata usaha, BPS juga memperbarui karakteristik sosial ekonomi keluarga. Data tersebut nantinya menjadi bahan untuk mendukung perencanaan pembangunan.
SE2026 juga menjadi bagian dari proses rebasing atau penghitungan ulang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Penghitungan dilakukan melalui pendekatan lapangan usaha maupun pengeluaran.
Umar menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir data yang diberikan dalam sensus akan digunakan untuk kepentingan penarikan pajak.
“Jangan nanti merasa, ini mesti buat pajak. Tidak begitu,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, pendataan SE2026 menggunakan perangkat digital yang dilengkapi sistem validasi. Sistem tersebut dapat mendeteksi data yang dianggap tidak wajar atau mengalami anomali sehingga dapat segera dikonfirmasi oleh petugas maupun pengawas.
Umar mengatakan hasil akhir SE2026 nantinya diharapkan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi ekonomi Tarakan, termasuk perkembangan jumlah, karakteristik dan persebaran usaha.
Bagi dunia usaha, data tersebut juga dapat menjadi referensi untuk melihat kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat sehingga bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan usaha.
Pendataan lapangan SE2026 di Tarakan ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2026. Hasil akhir sensus akan melalui tahapan pengolahan dan evaluasi sebelum digunakan sebagai dasar penyusunan berbagai indikator ekonomi. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


