TARAKAN – Komisi III DPRD Kota Tarakan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pengambilan sampel air limbah PT Phoenix Resources International (PRI), Selasa sore (16/9/2025).
Sampel diambil dari dua titik lokasi di perairan belakang pabrik, kemudian langsung dikirim ke laboratorium independen Sucofindo untuk diuji kualitasnya.
Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, menyatakan pihaknya akan mengawal seluruh proses hingga hasil laboratorium diumumkan. Menurutnya, transparansi sangat penting agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya terkait limbah pabrik kertas tersebut.
“Jadi setelah pengambilan sampel ini, kita langsung mengantarkan ke Sucofindo. Untuk hasil, kami belum tahu kapan akan keluar,” ujarnya.
Dia menambahkan, hasil pengecekan awal di lapangan menunjukkan kondisi air masih dalam batas normal. “Normalnya itu dia itu tingkat kejernihan airnya normal. PH-nya normal artinya bagus lah, saya kan bertanya-tanya tadi dengan DLH,” katanya.
Randy menegaskan, apapun hasil laboratorium nantinya akan dipublikasikan secara terbuka. Dia memastikan hasil uji dari lembaga independen tersebut bisa menjadi acuan bersama.
“Labnya independen. Nanti kalau hasil keluar akan disampaikan secara terbuka. DPRD terbuka dengan hasilnya,” tegasnya.
Selain itu, dia juga mengingatkan pihak perusahaan agar terus memperbaiki sistem pengelolaan limbah. Hal ini penting untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus menjaga iklim investasi di Tarakan.
Sementara itu, Humas PT PRI, Eko Wahyudi, menyampaikan pihaknya terbuka terhadap uji sampel yang dilakukan. Menurutnya, perusahaan juga rutin melaporkan kondisi limbah melalui Simple, sistem informasi lingkungan.
Pengambilan sampel dilakukan di titik laut tempat pembuangan limbah. “Karena kan kemaren diduga katanya air laut kita nih mengandung ini lah limbah lah dan lain-lain lah,” ungkapnya.
Dia menambahkan, perbedaan kualitas air saat ini merupakan hasil dari perbaikan yang sudah dilakukan perusahaan. Selain itu, kondisi air laut memang cenderung fluktuatif.
“Air di laut ini kan memang fluktuatif ya, dan kita selalu akan menjaga gimana sih caranya biar ini semua di bawah baku mutu,” jelasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


