
BERAU – Masalah abrasi pantai kembali mencuat sebagai keluhan utama masyarakat pesisir pada kegiatan reses Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua.
Dalam pertemuan tersebut, Saga menegaskan bahwa reses merupakan agenda resmi bagi anggota legislatif untuk turun langsung menemui masyarakat di daerah pemilihan.
“Melalui kegiatan ini, berbagai masukan dan persoalan yang disampaikan warga akan diserap dan diperjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” katanya.
Salah satu aspirasi utama datang dari Kepala Kampung Teluk Harapan, Abdir Dani Lupi, yang menyampaikan kekhawatiran terhadap ancaman abrasi pantai yang semakin parah. Ia menuturkan bahwa kondisi tersebut sudah mengganggu keamanan permukiman dan memerlukan penanganan segera.
Menanggapi hal itu, Saga mengungkapkan bahwa persoalan abrasi sebenarnya telah dibahas bersama pihak terkait, termasuk pemerintah provinsi, sebab sebagian kewenangan penanganan berada di level provinsi.
Namun, pemangkasan anggaran di Kabupaten Berau akibat kebijakan nasional berdampak pada penurunan alokasi anggaran yang sebelumnya diusulkan.
“Meski anggaran yang tersedia terbatas dan terkena pemangkasan sesuai kebijakan pusat, upaya penanganan abrasi tetap akan kita dorong dengan kemampuan anggaran yang ada,” tegasnya.
Ia pun berharap kegiatan reses tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat koordinasi sekaligus memastikan setiap aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara proporsional sesuai kewenangan dan ketersediaan anggaran. (adv)


