TANJUNG SELOR – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kebun Raya Bundayati yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bulungan, menjadi salah satu fokus pembahasan internal DPRD Bulungan.
Ranperda tersebut tidak hanya mengatur pengelolaan kawasan, tetapi juga mencakup penetapan tarif retribusi bagi pengunjung, termasuk kendaraan bermotor yang masuk ke area kebun raya dengan kisaran sekitar Rp 5 ribu serta sejumlah tarif lainnya.
Wakil Ketua DPRD Bulungan, Dwi Sugiarto mengatakan, aspek tata kelola hingga penetapan tarif menjadi perhatian serius dalam pembahasan awal di internal DPRD.
“Salah satu pembahasan kami di internal berkaitan dengan tata kelola Kebun Raya Bundayati, termasuk soal tarif retribusi yang ditetapkan,” ujarnya.
Menurutnya, besaran tarif yang diusulkan pemerintah daerah memunculkan beragam respons dari masyarakat. Karena itu, DPRD menilai perlu dilakukan kajian lebih mendalam, agar kebijakan yang diambil nantinya tidak memberatkan masyarakat, namun tetap mendukung pengelolaan kawasan secara optimal.
“Iya, salah satunya mengenai tarif. Ini yang kami lihat, apakah tarif tersebut dirasa terlalu tinggi oleh masyarakat atau seperti apa, ini yang akan kami dalami,” jelasnya.
DPRD Bulungan juga berencana melakukan peninjauan langsung ke lapangan, guna melihat kondisi riil di kawasan Kebun Raya Bundayati.
Selain itu, pihaknya akan memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membahas lebih lanjut, termasuk dalam kaitannya dengan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah.
“Termasuk nanti kami akan turun ke lapangan dan memanggil OPD terkait, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif,” tambahnya.
Tak hanya soal tarif masuk, DPRD juga akan mengkaji secara menyeluruh berbagai komponen lain seperti retribusi parkir, tarif layanan tambahan, hingga kesiapan sarana dan prasarana penunjang di kawasan Kebun Raya Bundayati.
Pembahasan lanjutan Ranperda ini dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat, dengan melibatkan berbagai pihak terkait, guna memastikan regulasi yang dihasilkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendorong pengelolaan Kebun Raya Bundayati yang berkelanjutan hingga pendapatan lain bagi Pemkab Bulungan. (*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


