
TARAKAN – Rencana pembangunan pusat pemerintahan baru di Kawasan Siap Bangun (Kasiba) Juata Laut, Tarakan Utara, jadi sorotan publik. Ketua DPRD Tarakan, Muhammad Yunus, akhirnya angkat bicara.
Yunus menegaskan, wacana pemindahan pusat pemerintahan bukanlah hal baru. Ia menyebut, gagasan tersebut sudah dirancang sejak era Wali Kota Tarakan terdahulu, Yusuf SK. “Ini sebenarnya sudah lama direncanakan, sejak zaman Pak Yusuf SK. Jadi bukan tiba-tiba muncul sekarang,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, pembangunan pusat pemerintahan baru merupakan langkah strategis untuk memperluas dan meratakan pembangunan di Kota Tarakan. Selama ini, aktivitas pemerintahan dan ekonomi masih terpusat di Tarakan Tengah dan Tarakan Barat. “Makanya perlu ada pengembangan ke wilayah utara supaya tidak terjadi ketimpangan,” jelasnya.
Terkait pro dan kontra di masyarakat, Yunus menilai hal tersebut sebagai hal wajar dalam setiap kebijakan, apalagi proyek berskala besar. “Perbedaan pendapat itu biasa. Tapi pemerintah tentu sudah melakukan perhitungan, terutama dari sisi anggaran,” katanya.
Dia menjelaskan, proyek ini akan menggunakan skema pembiayaan multiyears atau tahun jamak. Artinya, anggaran digelontorkan secara bertahap sesuai progres pekerjaan hingga beberapa tahun ke depan. “Ini yang belum banyak diketahui masyarakat, pembayarannya per tahun. Rencananya sampai 2030,” ungkapnya.
Saat ini, rencana pembangunan masih dalam tahap pembahasan dan menunggu persetujuan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri.
Meski begitu, Yunus optimistis proyek ini akan membawa dampak positif, khususnya bagi pertumbuhan ekonomi di Tarakan Utara. “Kalau pusat pemerintahan pindah ke sana, otomatis akan diikuti pertumbuhan perumahan, jasa, dan aktivitas ekonomi lainnya,” tuturnya.
Dia juga menilai kawasan Juata Laut cukup strategis karena berdekatan dengan rencana pengembangan industri di Tarakan.
Ke depan, wilayah tersebut diyakini berpotensi menjadi pusat pertumbuhan baru.“Jadi bukan hanya soal pemerintahan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkasnya. (ADV/Ade Prasetia)
Editor: Yusva Alam


