TARAKAN – Kasus Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) masih ditemukan di wilayah Tarakan.
Di Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan, hingga 26 Agustus 2025 tercatat ada 3 pasien dengan diagnosis HFMD. Angka ini jauh menurun dibandingkan bulan Juni lalu yang menjadi puncak kasus dengan total 13 pasien.
Kepala Puskesmas Karang Rejo, dr Jumiati, mengatakan meski terjadi penurunan, masyarakat tetap perlu waspada. Penyakit ini sangat mudah menular, terutama di kalangan anak-anak.
“Kami terus mengingatkan orang tua agar menjaga kebersihan anak dan segera membawa ke puskesmas bila muncul gejala seperti demam, sariawan, atau ruam merah di tangan dan kaki,” ujarnya ditemui di Tarakan, Kamis (28/8/2025).
HFMD disebabkan oleh virus dari kelompok Enterovirus, salah satunya Coxsackievirus A16. Gejalanya biasanya muncul 3–6 hari setelah terpapar.
Pasien mengalami demam, sakit tenggorokan, hingga sariawan, lalu disertai ruam atau bintik merah di tangan, kaki, mulut, bahkan di area bokong.
Menurut dr Jumiati, penyakit ini tidak memiliki obat khusus dan umumnya akan sembuh sendiri dalam waktu 7–10 hari.
Perawatan yang diberikan lebih fokus pada mengurangi gejala, seperti obat penurun demam, pemberian cairan yang cukup, dan makanan lunak agar mudah ditelan. “Yang terpenting anak cukup istirahat di rumah agar tidak menularkan ke orang lain,” jelasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


