TANJUNG SELOR – DPRD Kabupaten Bulungan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persoalan antara masyarakat, khususnya nelayan, dengan PT Saka Putra Perkasa di Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Senin (28/9/2026).
Persoalan ini berkaitan dengan dampak kegiatan perusahaan terhadap masyarakat, termasuk pemanfaatan wilayah pesisir. Dalam RDP kali ini, sejumlah aspirasi disampaikan oleh para nelayan dan warga yang terdampak.
Ketua Komisi II DPRD Bulungan, Mustafa mengatakan, cukup banyak hal yang dibahas dalam pertemuan RDP ini. DPRD juga meminta masukan dari sejumlah anggota Komisi II, yakni Sunaryo, Hj Shanti Lusiana, Mendan Anye dan Robert Usat, termasuk dari aparat keamanan serta masyarakat terdampak.
“Banyak yang kami sampaikan, khususnya bagaimana penyelesaian persoalan antara masyarakat dan PT Saka,” ucap Mustafa.
Menurutnya, RDP yang digelar DPRD Bulungan mulai menemukan titik temu antara masyarakat dengan pihak perusahaan. Manajemen PT Saka disebut menunjukkan sikap kooperatif, dan bersedia membuka komunikasi lebih intensif dengan warga Bunyu.
“Kelihatannya sudah ada titik temu tadi, apa yang disampaikan dari pihak manajemen perusahaan siap melakukan komunikasi intensif,” terangnya.
Mustafa mengatakan, adanya komunikasi antara kedua pihak menjadi salah satu hal yang diharapkan DPRD Bulungan. Lembaga legislatif ingin persoalan yang terjadi, dapat segera diselesaikan melalui kesepakatan yang dapat diterima masyarakat maupun perusahaan.
“Itulah yang menjadi harapan kami dari lembaga ini. Karena, kita ingin penyelesaiannya lebih cepat dan dapat diterima kedua belah pihak,” tukasnya.
Dalam RDP hari ini, masyarakat juga menyampaikan sejumlah permintaan kepada perusahaan. Salah satunya berkaitan dengan pembangunan perahu bagi nelayan. Menurut Mustafa, permintaan tersebut mendapat respons baik dari pihak perusahaan.
“Termasuk permintaan masyarakat untuk membangun perahu, dan perusahaan meresponnya dengan baik. Mudah-mudahan dalam waktu singkat semua persoalannya bisa diselesaikan,” ujarnya.
DPRD Bulungan berharap komunikasi yang telah dibuka antara perusahaan dan masyarakat, dapat terus berjalan. Dengan begitu, persoalan yang selama ini menjadi perhatian warga Bunyu dapat dicari jalan keluarnya tanpa memperpanjang konflik di lapangan.
“Kita harapkan adanya jalan tengah antara kedua pihak, tanpa ada yang dirugi atau diuntungkan,” tandasnya.(*)
Pewarta: Martinus
Editor: Yusva Alam


