Prediksi Cuaca Januari–Februari, Hujan Masih Dominasi Tarakan

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan memprediksi kondisi cuaca di Kota Tarakan pada Januari hingga Februari masih didominasi hujan. Hal ini dipengaruhi aktifnya Monsun Asia yang membawa uap air dalam jumlah besar ke wilayah Kalimantan Utara.

Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa secara umum potensi hujan di Kalimantan Utara masih cukup tinggi pada dua bulan awal tahun. Meski demikian, intensitas hujan di Tarakan diperkirakan berada pada kategori menengah.

“Januari hingga Februari ini Monsun Asia masih aktif. Ini membawa uap air yang cukup banyak sehingga potensi hujan masih mendominasi,” kata Sulam Khilmi, Jumat (9/1/2026).

Dia menyebutkan, berdasarkan prakiraan curah hujan bulanan, wilayah Kalimantan Utara berada pada kisaran 50 hingga 150 milimeter per bulan. Angka tersebut merupakan rata-rata, namun hujan dengan intensitas tinggi tetap berpotensi terjadi secara sesaat.

“Kalau hujan terjadi dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat, itu tetap bisa memicu genangan atau banjir,” ujarnya.

BMKG mengingatkan, hujan lebat yang terjadi dalam durasi singkat di Tarakan sudah berpotensi menimbulkan genangan. Bahkan hujan dengan intensitas sekitar 20 milimeter dalam 1,5 jam dapat memicu banjir di beberapa titik rawan.

Selain hujan, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang yang kerap menyertai awan hujan konvektif. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pohon tumbang serta gangguan aktivitas pelayaran akibat gelombang laut yang meningkat.

Terkait pasang laut, BMKG menyebutkan adanya potensi peningkatan muka air laut pada periode tertentu, terutama saat fase bulan purnama dan bulan baru. Risiko banjir rob akan meningkat apabila pasang laut terjadi bersamaan dengan hujan. Meski potensi hujan masih ada, BMKG menyebut Tarakan tidak masuk dalam wilayah dengan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Namun masyarakat tetap diminta waspada dan rutin memantau informasi cuaca terbaru.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada Januari dan Februari yang masih masuk periode hujan,” pungkasnya.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER