TARAKAN – Fasilitas publik di Kota Tarakan dinilai belum ramah bagi penyandang disabilitas. Meski beberapa instansi kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sudah menyediakan akses khusus, sejumlah sarana umum lain masih sulit dijangkau.
Kondisi ini diungkapkan Sekretaris Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Tarakan, Gode Permana.
Dia menilai hambatan paling nyata terlihat di pelabuhan maupun transportasi umum.“Kalau di pelabuhan misalnya, tangga tanpa pegangan itu sangat menyulitkan teman-teman daksa yang pakai tongkat atau kursi roda. Transportasi umum juga masih sangat kurang ramah disabilitas,” ujar Gode, Jumat (12/9/2025).
Gode menambahkan, keterbatasan fasilitas membuat aktivitas sehari-hari penyandang disabilitas menjadi terhambat. Padahal, mereka memiliki potensi besar jika diberi kesempatan setara.
“Kami hanya berharap pemerintah lebih memperhatikan fasilitas publik, supaya benar-benar bisa diakses semua kalangan,” tegasnya.
Saat ini, PPDI Tarakan menaungi sekitar 50 anggota dengan beragam disabilitas, mulai dari daksa, netra, tuli, hingga tunagrahita. Mayoritas atau sekitar 50 persen dari anggotanya merupakan penyandang tuli. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


