TARAKAN – Perum Bulog Cabang Tarakan menargetkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 2.600 ton hingga Desember 2025. Namun, hingga saat ini realisasi penyaluran masih berada di angka 84 ton.
Kepala Bulog Cabang Tarakan, Sri Budi Prasetyo, mengungkapkan penyaluran tersebut terdiri dari 24 ton melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di kelurahan dan 60 ton lewat outlet binaan Bulog.
“Realisasi memang masih kecil karena program baru berjalan. Tapi kami berkomitmen bersama TNI dan Polri untuk mengejar target 2.600 ton. Semakin banyak titik SPHP, masyarakat semakin mudah memperoleh beras dengan harga terjangkau,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Bulog mencatat stok beras SPHP di gudang Tarakan saat ini masih cukup banyak. “Oleh karena itu, untuk memperluas akses, Bulog akan menambah titik penjualan di 20 kelurahan, masing-masing minimal 2–4 outlet,” jelasnya.
Tak hanya beras, Bulog juga menyiapkan penjualan komoditas pangan lain pada kegiatan Car Free Day (CFD) 24 Agustus 2025. Masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter dan gula pasir seharga Rp17.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga pasar Rp19.000.
Untuk menjamin ketersediaan pasokan, Bulog Tarakan mendatangkan 19 kontainer bahan pangan secara bertahap. Pengiriman pertama tiba pada 15 Agustus, disusul kedatangan berikutnya pada 21 Agustus, menyesuaikan kapasitas gudang yang terbatas.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


