TANJUNG SELOR — Penguatan struktur pemerintahan di tingkat dasar disebut menjadi bagian penting dalam upaya penataan kawasan dan mendorong kesiapan pemekaran wilayah di Ibu Kota Kabupaten Bulungan.
Hal ini disampaikan Bupati Bulungan, Syarwani, saat menghadiri pelantikan 148 Ketua RT dan RW se-Kelurahan Tanjung Selor Hilir periode 2026–2030 yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Tanjung Selor, Selasa (6/1/2026).
Bupati menyebut pelantikan pengurus RT/RW bukan hanya agenda seremonial, tetapi memiliki arti strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik di tengah masyarakat, terutama dalam konteks pengembangan kawasan dan penataan wilayah.
“RT dan RW berada di garda terdepan. Mereka yang pertama merasakan dinamika sosial, kependudukan, dan permukiman. Dalam konteks penataan lingkungan maupun pemekaran wilayah, peran mereka menjadi sangat penting,” ujar Syarwani.
Menurutnya, proses demokrasi yang melahirkan pengurus RT/RW baru mencerminkan keterlibatan warga dalam membangun lingkungan sekaligus memperkuat fondasi pemerintahan di tingkat lokal.
Bupati juga menekankan perlunya sinergi antara struktur wilayah dan pemerintah daerah, terutama dalam aspek kebersihan, penataan drainase, dan pengelolaan lingkungan yang dinilai sebagai indikator kesiapan wilayah dalam pengembangan kawasan.
“Kebersihan kota dan tata lingkungan bukan sekadar urusan teknis dinas terkait. Ini adalah tanggung jawab kolektif yang dimulai dari tingkat RT,” tegasnya.
Syarwani turut menyoroti rendahnya kepatuhan warga terhadap jadwal pembuangan sampah serta masih ditemukannya drainase tersumbat akibat penimbunan lahan tanpa memperhatikan saluran air. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat kualitas lingkungan perkotaan.
“Masalah seperti ini perlu pengawasan dan edukasi berkelanjutan dari RT/RW kepada warganya,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Daerah mengalokasikan anggaran kompetisi sebesar Rp1 miliar bagi kelurahan, dengan fokus penilaian pada kebersihan dan kerapian lingkungan di tingkat RT. Program ini diharapkan mendorong budaya partisipasi warga sekaligus memperkuat kesiapan wilayah menghadapi perkembangan tata ruang dan pemekaran kawasan.
“Ini menjadi spirit bersama agar lingkungan tertata, pelayanan dasar semakin kuat, dan wilayah kita siap menghadapi perkembangan ke depan,” tutup Bupati. (tin/and)
Reporter: Martinus
Editor: Andhika


