TANJUNG SELOR – Setelah melakukan kunjungan ke tiga lokasi berbeda di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara, Wakil Menteri Pendidikan Sains dan Teknologi RI, Prof Stela Christea selanjutnya akan menyampaikan kepada Presiden Prabowo soal kemungkinan di Kaltara bakal dibangun Sekolah Garuda.
Kepada wartawan, ia mengatakan kebutuhan lahan untuk pembangunan sekolah garuda sebenarnya mencapai 20 hektare. Ini keinginan bapak presiden dan dari lahan 20 hektare tersebut lebih dulu dibangun 2 hektare.
“Jadi untuk satu Sekolah Garuda bapak presiden menginginkan lahan sekitar 20 hektare. Tetapi yang dibangun itu sebenarnya hanya 2 hektare dulu,” ujarnya kepada wartawan.
“Tapi untuk pengembangan kegiatan-kegiatan siswanya, yang juga akan melibatkan masyarakat,” tukasnya.
Keterlibatan masyarakat luas, seperti menikmati fasilitas olahraga yang akan digunakan dan bisa saja itu diperuntukan untuk publik.
“Tadi kami bicarakan misalnya bisa saja sarana olahraganya itu sebenarnya dibuka untuk publik. Sehingga sarana olahraga untuk sekolah dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar itu sangat memungkinkan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala mempersilahkan wamen pendidikan untuk melakukan survei terlebih dahulu. Disebutkan, di Kaltara ada dua versi lahan yang disiapkan yakni di Sepunggur dan di areal bagian dalam Kota Baru Mandiri (KBM).
“Kita tidak menawarkan lahan yang di belakang Kantor DPRD Kaltara itu. Tapi, karena mereka lihat lokasinya cocok karena tidak perlu dilakukan penimbunan lagi, makanya mereka mengusulkan lahan itu kepada Pemprov Kaltara,” kata Ingkong.
Lahan itu merupakan milik Pemprov Kaltara. Karena keinginan bapak presiden supaya ketika lahan sudah tuntas maka pembangunan akan dipercepat.
“Mereka minta percepatan dibangun. Kalau opsi lahan pertama harus ditimbun dulu karena rawa, dan perlu pematangan lahan dan sebagainya dan itu memerlukan waktu,” ujarnya.
Lahan yang ketiga, yakni di Sepunggur kata wagub prediksi penilaian mereka mungkin akan sama dengan lokasi yang pertama, karena nanti perlu waktu penimbunan dan jauh dari akses perkotaan.
“Kita komitmen menyiapkan lahan. Kita akan mendukung itu karena ini merupakan program nasional dalam pemerataan pendidikan, dan kita akan ikuti keinginan mereka,” tandasnya.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


