HUT ke-81 RI, Rektor UBT Ingatkan Tantangan Bonus Demografi

TARAKAN — Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) menjadi pengingat bahwa, generasi muda menghadapi tantangan besar di tengah bonus demografi dan perubahan teknologi yang semakin cepat.

Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) Prof. Yahya Ahmad Zein, mengatakan bonus demografi harus dipersiapkan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tanpa kompetensi yang memadai, besarnya jumlah penduduk usia produktif justru berpotensi menjadi beban bagi negara.

“Bonus demografi sebaiknya memang dipersiapkan, khususnya dalam hal sumber daya manusia. Jika bonus demografi tidak diimbangi dengan kompetensi yang maksimal, maka ini justru akan menjadi beban negara,” kata Yahya, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Salah satunya adalah kemampuan digital yang kini semakin dibutuhkan dalam dunia kerja dan kehidupan masyarakat.

Yahya menilai literasi digital tidak lagi menjadi kemampuan tambahan. Mahasiswa perlu memahami perkembangan digitalisasi, sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terus berlangsung.

“Kompetensi yang dibutuhkan dalam konteks dunia digitalisasi tentu saja selain literasi digital yang harus maksimal, setiap komponen juga harus memahami bagaimana digitalisasi dalam konteks saat ini, menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Selain kompetensi digital, UBT juga mendorong mahasiswa memiliki kemampuan kewirausahaan. Hal ini dilakukan melalui pengembangan konsep Entrepreneurship University yang diarahkan untuk membentuk lulusan dengan kompetensi lebih luas.

Yahya mengatakan, perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak sarjana yang menguasai bidang akademiknya. Lulusan juga perlu memiliki kemampuan tambahan yang dapat menjadi bekal menghadapi dunia nyata.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya mencetak sarjana, tapi juga harus mampu mencetak sarjana-sarjana plus. Plus dalam artian memiliki kompetensi entrepreneurship,” jelasnya.

Menurut Yahya, jiwa kewirausahaan dapat menjadi modal mahasiswa dalam menghadapi persaingan dan tantangan global. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu melihat peluang dan menciptakan lapangan kerja.

Dalam momentum HUT ke-81 RI, ia mengajak mahasiswa UBT memaknai kemerdekaan dengan meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan kompetensi untuk menghadapi masa depan.

“Mari sebagai insan akademis, insan yang memang menjadi gerbang terdepan dalam pengembangan sumber daya manusia, bersama-sama kita tingkatkan kompetensi, terutama kompetensi digital,” tuturnya.

Yahya menegaskan, UBT akan terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya ahli di bidang masing-masing, tetapi juga memiliki kemampuan dan semangat kewirausahaan untuk menghadapi tantangan global serta menyongsong Indonesia Emas.

“Universitas Borneo sekarang dalam pengembangan Entrepreneurship University. Mempersiapkan mahasiswa-mahasiswa yang tidak hanya ahli di bidangnya, tapi juga memiliki kemampuan dan semangat entrepreneurship dalam menghadapi tantangan global, terutama menghadapi Indonesia emas ke depan,” pungkasnya.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER