Pemprov Kaltara Hentikan Pengadaan Mobil Dinas Konvensional

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) membuat terobosan baru pada Januari 2026, dengan menghentikan pengadaan mobil dinas konvensional. Kebijakan tersebut digantikan dengan penggunaan kendaraan berbasis listrik melalui skema kerja sama pihak ketiga.

Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, mengatakan langkah ini diambil untuk menekan beban belanja daerah serta mengurangi biaya perawatan jangka panjang.

Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga menjadi bentuk dukungan terhadap transisi energi dan target net zero emission nasional pada 2060.

“Mulai tahun ini Pemprov Kaltara tidak lagi melakukan pengadaan kendaraan. Kita menyewa dari pihak ketiga dan berupaya menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan,” ujar Zainal kepada awak media, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, harga mobil listrik tergolong terjangkau dengan kisaran Rp550 juta hingga Rp600 juta per unit. “Kalau mau beli, sebenarnya tidak mahal. Kisaran harganya Rp550 sampai Rp600 juta,” jelasnya.

Pada tahap awal, kendaraan listrik tersebut akan digunakan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur. Ke depan, Pemprov Kaltara membuka peluang pengadaan secara bertahap untuk kepala organisasi perangkat daerah (OPD). “Insyaallah dilakukan secara bertahap,” ucapnya.

Ia memastikan pengadaan kendaraan dinas berbahan bakar fosil akan dihentikan secara perlahan, dan dialihkan sepenuhnya ke kendaraan listrik yang dikelola pihak ketiga.

Gubernur menargetkan dalam tiga hingga empat tahun ke depan, Kaltara dapat melakukan transisi penuh dari energi fosil ke listrik. Target tersebut sejalan dengan pembangunan Proyek Strategis Nasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Peso, Bulungan serta Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning–Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan.

“Mudah-mudahan seiring selesainya pembangunan PLTA dan KIHI,” katanya.

Zainal juga menyebut kendaraan listrik memiliki berbagai fitur unggulan, salah satunya teknologi perintah suara. “Keistimewaannya banyak. Kita cukup berbicara, langsung dilaksanakan. Tadi saya bilang, ‘Carry, hidupkan AC’, dan langsung menyala tanpa menekan tombol,” pungkasnya. (*)

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER