TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 juta untuk bantuan stimulan bagi warga yang terdampak tanah longsor di tiga kecamatan. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk material bangunan senilai Rp5 juta per kepala keluarga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Yonsep, menjelaskan bahwa bantuan dari APBD Perubahan 2025 ini disalurkan ke 50 titik longsor di Kecamatan Tarakan Barat, Tarakan Timur, dan Tarakan Tengah. Material yang diberikan berupa papan, balok, hingga paku untuk membangun siring sementara dalam mencegah longsor susulan.
“Bantuan ini berbentuk material kayu yang sifatnya sementara untuk menahan lajunya longsor susulan. Nilainya Rp5 juta setiap kepala keluarga, tetapi disalurkan dalam bentuk barang,” ujar Yonsep, Senin (17/11/2025).
Ia menambahkan, pengerjaan pembuatan siring diserahkan kepada masing-masing penerima bantuan. Meski demikian, BPBD berharap prosesnya dilakukan secara gotong royong melibatkan kelurahan, ketua RT, dan warga sekitar.
Yonsep menegaskan bahwa bantuan ini diperuntukkan bagi warga terdampak longsor sepanjang Januari hingga Oktober 2025, dan tidak terkait peristiwa gempa yang terjadi belum lama ini. “Untuk penanganan warga terdampak gempa, masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah daerah,” tutupnya. (ADV/Ade Prasetia)
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


