TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara terus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor jasa kepelabuhanan. Tahun lalu, pendapatan dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan Pelabuhan Tunon Taka di Kabupaten Nunukan mencapai sekitar Rp 8,7 miliar.
Kepada wartawan, Kepala Dishub Kaltara, H. Idham Chalid, mengatakan target PAD selalu ditetapkan setiap tahun bersama Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Target tetap harus ada dan ditetapkan bersama instansi terkait. Retribusi pelabuhan seluruhnya masuk ke kas daerah sehingga setiap tahun kami menyusun target penerimaan untuk tahun berikutnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penerimaan tersebut berasal dari retribusi jasa usaha kepelabuhanan. Menurutnya, tren pendapatan terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah setiap tahun ada peningkatan. Tahun lalu total pendapatan dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan Pelabuhan Tunon Taka mencapai sekitar Rp8,7 miliar,” katanya.
Untuk menjaga tren tersebut, Dishub Kaltara juga terus meningkatkan kualitas layanan di pelabuhan melalui rehabilitasi berbagai fasilitas pada 2026. Upaya tersebut diyakini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengguna jasa, tetapi juga berdampak pada peningkatan penerimaan daerah.
“Peningkatan sarana dan prasarana merupakan bagian dari upaya memberikan layanan prima kepada masyarakat. Harapannya, pelayanan semakin baik dan pada akhirnya mampu meningkatkan PAD dari sektor kepelabuhanan,” tutup Idham.(*)
Martinus


