TARAKAN – Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) bersama personel Polres Tarakan menggelar patroli gabungan di kawasan Gunung Selatan, Kamis (23/7/2026) malam. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas kasus dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) yang disertai penikaman, terhadap seorang mahasiswa sehari sebelumnya.
Patroli menyasar sepanjang Jalan Gunung Selatan yang belakangan menjadi sorotan usai peristiwa kriminal tersebut. Kehadiran aparat kepolisian bersama berbagai elemen masyarakat, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga, khususnya pengguna jalan yang melintas pada malam hari.
Ketua Laskar Borneo Bersatu (LBB) Tarakan, Ricky Febriansyah, mengatakan patroli gabungan merupakan bentuk sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan kepolisian, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Ini bentuk kepedulian kami bersama kepolisian, agar masyarakat kembali merasa aman. Kami ingin menunjukkan bahwa semua elemen ikut menjaga keamanan Kota Tarakan,” kata Ricky.
Selain meningkatkan patroli, Ricky juga meminta pemerintah memperbaiki penerangan di sepanjang Jalan Gunung Selatan. Menurutnya, masih terdapat sejumlah titik minim pencahayaan yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan.
“Sepanjang jalan ini jangan hanya ada satu titik yang terang. Kalau bisa beberapa sudut yang masih gelap dipasang lampu penerangan, agar tidak menjadi lokasi rawan kriminalitas. Kami juga terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak takut melintasi jalur tersebut, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Silakan tetap menggunakan jalan ini, jangan panik. Tetapi tetap waspada dan segera berkoordinasi dengan aparat, jika melihat hal-hal yang mencurigakan,” ucapnya.
Patroli gabungan itu diikuti sejumlah organisasi kemasyarakatan, di antaranya Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT), Tameng Adat Borneo, Pusaka, Laskar Borneo Bersatu (LBB), Aliansi Serumpun, Yayasan Lembaga Budaya Dayak Tidung Bersatu, Gepak, Jubah Hitam, Pasukan Merah Nusantara, Perpedayak, serta unsur masyarakat lainnya.
Sekretaris DPC LPADKT Kota Tarakan, Charles, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian terhadap keamanan masyarakat, terutama pekerja, pelajar, mahasiswa, hingga warga yang setiap hari melintasi Jalan Gunung Selatan.
“Ini aksi spontan sebagai bentuk kepedulian sosial kami, agar masyarakat merasa lebih nyaman saat melintas di jalur ini,” katanya.
Charles juga mengingatkan masyarakat memanfaatkan layanan darurat Call Center 110, apabila membutuhkan bantuan kepolisian. Selain itu, ia menyarankan pengguna jalan agar tidak melintas sendirian pada malam hari jika memungkinkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Manfaatkan layanan Call Center 110 milik kepolisian, apabila membutuhkan bantuan. Kemudian, jika memungkinkan, saat melintasi kawasan Gunung Selatan sebaiknya tidak sendirian, terutama pada malam hari,” ujarnya.
Charles berharap Satreskrim Polres Tarakan segera mengungkap pelaku pencurian dengan kekerasan yang disertai penikaman tersebut, agar masyarakat tidak lagi dihantui rasa takut.
“Kami berharap pelakunya segera tertangkap agar masyarakat tidak lagi dihantui rasa takut saat melintas di kawasan ini. Kami percaya pihak kepolisian akan bekerja maksimal mengusut kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.
Ia menegaskan organisasi kemasyarakatan siap mendukung dan bersinergi dengan kepolisian, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan demi menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Diketahui, patroli gabungan digelar setelah seorang mahasiswa menjadi korban dugaan pencurian dengan kekerasan disertai penikaman di kawasan Gunung Selatan pada Rabu (22/7) malam.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Tarakan. Kehadiran polisi dan ormas diharapkan mampu mencegah terulangnya aksi kriminal serta mengembalikan rasa aman bagi masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


