Operasi Ketupat Kayan 2026 Berakhir, Laka Lantas Turun, Penumpang Pelabuhan Naik

TARAKAN – Operasi Ketupat Kayan 2026 yang digelar Polres Tarakan selama 13 hingga 25 Maret resmi berakhir. Selama pelaksanaan operasi, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terpantau aman dan kondusif.

Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syahputra Manik mengatakan, pelaksanaan operasi tahun ini berjalan lancar dengan sejumlah capaian positif, terutama pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas. “Secara umum pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026 berjalan aman dan kondusif. Ini tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (28/3/2026).

Sebanyak 165 personel dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran di berbagai titik strategis di Kota Tarakan. Hasilnya, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, terutama pada angka kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2026 tercatat hanya 1 kejadian, turun dibandingkan tahun 2024 dan 2025 yang masing-masing mencapai 4 kasus.

Korban kecelakaan juga menurun, tanpa adanya korban meninggal dunia pada tahun ini. “Jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan signifikan. Tahun ini hanya satu kasus dan tidak ada korban meninggal dunia,” kata Erwin.

Di sisi lain, pergerakan penumpang di sejumlah moda transportasi mengalami dinamika. Di Pelabuhan Malundung, jumlah penumpang keberangkatan meningkat signifikan pada 2026 menjadi 8.367 orang, dibandingkan 2.325 orang pada 2025.

Penumpang datang juga naik menjadi 2.590 orang. Hal serupa terjadi di Pelabuhan Ferry, di mana penumpang keberangkatan naik menjadi 1.371 orang, serta penumpang kedatangan meningkat menjadi 985 orang.

Namun, tren berbeda terlihat di Pelabuhan Tengkayu I (SDF). Jumlah penumpang baik berangkat maupun datang terus menurun sejak 2024 hingga 2026. Penumpang berangkat tercatat 24.231 orang, sementara penumpang datang 26.086 orang.

Untuk transportasi udara, jumlah penumpang mengalami penurunan pada 2026. Penumpang keberangkatan tercatat 14.066 orang, turun dari 15.522 orang pada 2025. Penumpang kedatangan juga sedikit menurun menjadi 12.024 orang.

Dari sisi kamtibmas, beberapa jenis kejahatan mengalami penurunan seperti penganiayaan, narkotika, pencurian, dan pemerkosaan. Namun, terdapat kenaikan pada kasus penganiayaan berat, penipuan, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Beberapa jenis kejahatan menurun, namun ada juga yang mengalami kenaikan seperti penganiayaan berat, penipuan, dan KDRT. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” jelasnya.

Selama operasi berlangsung, juga tercatat dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tarakan Timur. Kedua kejadian tersebut berhasil ditangani dan api telah dipadamkan.

Secara keseluruhan, Polres Tarakan menilai pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026 berjalan sukses. Evaluasi akan tetap dilakukan guna meningkatkan pengamanan pada momen Lebaran di tahun mendatang. “Ke depan kami akan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan pengamanan bisa lebih optimal,” tutupnya.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER