TARAKAN — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kota Tarakan menjadi momentum Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), untuk mengingatkan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua PCNU Kota Tarakan, KH Jak’far Shodiq, dalam peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan malam puncak HUT ke-81 Republik Indonesia di halaman MI NU 1 Kota Tarakan, Senin (24/8/2026) malam.
Menurut Jak’far, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan. Karena itu, santri dituntut memiliki peran lebih besar melalui pendidikan, penguatan karakter, serta kepedulian terhadap persoalan sosial.
“Perjuangan kita hari ini berbeda dengan para pendahulu yang mengangkat senjata. Perjuangan santri saat ini adalah melawan kebodohan, kemiskinan, dan intoleransi,” kata Jak’far.
Dia mengatakan, nilai-nilai yang diajarkan melalui keteladanan Nabi Muhammad SAW harus menjadi bekal bagi santri, dalam menghadapi perubahan zaman. Pendidikan agama, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan kemampuan menghadapi tantangan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan ratusan siswa dari jenjang RA NU, MI NU hingga SMA NU yang hadir bersama orang tua dan wali murid.
Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas dan prestasi. Sejumlah penampilan ditampilkan, mulai dari hadrah, pembacaan Al-Qur’an, seni tari, menyanyi, pildacil, pidato tiga bahasa hingga drama musikal.
PCNU dan Yayasan LP Ma’arif NU juga memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil meraih prestasi akademik maupun non-akademik hingga tingkat nasional.
Jak’far menilai pembinaan sejak usia dini, menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang mampu mengambil peran di tengah masyarakat.
Dia mengutip pepatah “Syubbanul yaum rijalul ghad”, yang bermakna pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Menurutnya, lembaga pendidikan NU harus mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama dan karakter yang kuat.
“Harapan kita, dari pembinaan sejak dini ini lahir calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya tangguh jiwanya, tetapi juga kokoh pemahaman agamanya,” ujarnya.
Selain pesan tentang peran santri, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi momentum doa bersama untuk bangsa dan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Jak’far mengatakan, peringatan Maulid Nabi sekaligus HUT RI ke-81 menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi saat ini tidak berhenti pada mengenang jasa para pendahulu, tetapi dilanjutkan dengan menyiapkan generasi yang mampu menjawab persoalan masa depan.
Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


