Makan Bergizi Gratis untuk Guru di Tarakan Mulai Berjalan, Total Penerima Ribuan

TARAKAN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi guru dan tenaga kependidikan telah berjalan, dan sebagian besar sudah diterima oleh penerima manfaat.

Kepala Disdikbud Kota Tarakan, Tamrin Toha, mengatakan hal tersebut berdasarkan pengecekan langsung yang ia lakukan ke salah satu satuan pendidikan. Dari hasil peninjauan tersebut, baik guru maupun tenaga kependidikan dipastikan telah menerima MBG.

“Sesuai dengan kenyataan yang saya dengar dari BGN. Tadi saya juga sempat mengunjungi salah satu sekolah dan saya tanyakan langsung. Gurunya dapat, tenaga kependidikannya juga dapat,” ujar Tamrin, Senin (12/1/2026).

Dia menjelaskan, jumlah penerima MBG dari kalangan guru dan tenaga kependidikan di Kota Tarakan mencapai sekitar dua ribu orang, yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan sekolah negeri maupun swasta.

“Kalau kita hitung-hitung, guru itu, baik swasta maupun negeri, jumlahnya sekitar dua ribuan. Itu mencakup TK, SD, dan SMP,” jelasnya.

Tamrin menambahkan, program MBG tersebut tidak mencakup jenjang SMA karena kewenangannya berada di tingkat provinsi. Sementara untuk pelaksanaan di jenjang TK hingga SMP, pihaknya terus melakukan pemantauan secara bertahap.

Meski demikian, ia mengakui penyaluran MBG belum sepenuhnya merata. Saat ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi masih terbatas. “Belum semua. Ini kan masih baru. Setahu saya baru sekitar 14 SPPG yang berjalan,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Tamrin, memengaruhi distribusi MBG ke seluruh sekolah. Namun, ia memastikan proses penyaluran terus berjalan dan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan SPPG yang ada.

Terkait pelaksanaan MBG untuk peserta didik, Tamrin enggan memberikan pernyataan lebih jauh. Dia menegaskan bahwa kewenangan teknis program tersebut bukan berada di Disdikbud Kota Tarakan.

“Kalau untuk MBG pelajar, saya tidak mau berkomentar terlalu jauh karena itu bukan ranah kami,” ujarnya.

Meski demikian, Tamrin memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan masalah terkait pelaksanaan MBG, baik untuk guru maupun pelajar. “Yang pasti, sejauh ini belum ada masalah yang kami terima,” pungkasnya.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER