LLK Tarakan Siapkan Sarana Sekolah Rakyat, Gunakan Dana APBD Sekitar Rp 1 Miliar

TARAKAN – UPTD Lembaga Latihan Kerja (LLK) Tarakan tengah mempersiapkan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat (SR), yang digagas oleh Pemerintah Kota Tarakan.

Kepala UPTD LLK Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tarakan, Tino mengatakan bahwa seluruh persiapan dilakukan secara simultan, dan dikebut dalam waktu sekitar satu bulan.

“Persiapan kami ini mulai mendadak ya, kemarin sempat ada di berita itu Tarakan masuk dalam sekolah rakyat, terus tiba-tiba menghilang, terus ada lagi. Jadi kami kerja nonstop, saling berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial,” ujar Tino, Senin (14/7/2025).

Dia menjelaskan, dukungan sarana prasarana (sarpras) mulai dari ruang kelas, asrama, hingga dapur telah hampir rampung. Ada empat ruang kelas yang disiapkan, masing-masing dua kelas untuk jenjang SD dan SMP dengan kapasitas masing-masing 25 siswa.

“Ruang kelasnya sudah siap tinggal finishing. Asrama juga bisa langsung dipakai, hanya ada tambahan sedikit dari rumah jabatan untuk menampung sisa 20 orang. Ruang makan dan dapur pun sudah disiapkan,” jelasnya.

Tino menambahkan, Dinas Pendidikan telah membantu pengadaan 100 kursi dan 100 meja untuk ruang belajar. Sedangkan loker dan perlengkapan lainnya merupakan aset milik LLK. Dia juga menegaskan, seluruh anggaran berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tarakan.

“Ini murni APBD Kota Tarakan, tidak ada dari bantuan pusat. Jadi kemaren instruksi Pak Wali, kita pakai APBD Kota Tarakan saja. Alhamdulillah beliau support penuh,” tegasnya.

Total anggaran yang digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, ruang kepala sekolah, dan fasilitas pendukung lainnya mencapai sekitar Rp 1 miliar. Angka tersebut merupakan kolaborasi dari APBD murni dan APBD perubahan, serta dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum.

“Kolaborasi sama dengan PU, jadi kurang lebih Rp 600 juta, dari PU ada juga masuk tapi nanti PU mungkin sekitar Rp 400 san kali, kurang lebih Rp 1 miliar ,” tambahnya.

Lanjutnya, Rp 400 juta berasal dari APBD Perubahan, sementara Rp 200 jutanya berasal dari APBD Murni.

Ruang-ruang kelas yang digunakan merupakan bekas kelas pelatihan, yang disulap menjadi ruang belajar. Beberapa ruangan mengalami kerusakan berat, sehingga harus direhabilitasi total, termasuk penggantian atap, dinding, dan pelapon.

“Rumah dinas yang dijadikan ruang kepala sekolah juga kami rehab total karena rusak berat,” ujar Tino.

Meskipun pelaksanaan tahap pertama Sekolah Rakyat belum bisa diikuti LLK Tarakan, pihaknya tetap melanjutkan persiapan hingga seluruh fasilitas siap digunakan.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER