LKS Disabilitas Kaltara, Ajang Asah Bakat Menuju Nasional

TANJUNG SELOR – Lomba Kompetensi Siswa (LKS) disabilitas tingkat Provinsi Kaltara telah resmi dilangsungkan beberapa waktu lalu. Mereka yang meraih juara pada setiap mata perlombaan, akan melanjutkan pertandingan ke tingkat nasional yang dijadwalkan pada Agustus 2025.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, Hasanuddin menyatakan, LKS disabilitas tingkat Provinsi Kaltara dilaksanakan tiap tahun dan berjenjang. Upaya ini juga memberikan kesempatan dan peluang yang sama bagi seluruh peserta didik, dalam mengasah kemampuan yang dimiliki.

“Ini merupakan ajang lomba bagi anak-anak kita yang istimewa itu untuk mengasah kemampuan mereka lewat karya seni. Ini dilakukan secara berjenjang hingga ke tingkat nasional,” ujarnya kepada wartawan.

Kemudian, lanjutnya anak-anak yang lolos LKS tingkat provinsi akan diperlombakan karyanya tingkat nasional. “Kita berdoa mudahan kita bisa kembali juara tingkat nasional dari sejumlah lomba yang dipertarungkan. Karena kemarin itu sudah dipilih yang terbaik yang harapannya bisa lolos hingga ke kancah nasional,” tuturnya.

Terpisah Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, Anugraha saat dikonfirmasi menyatakan, LKS disabilitas tingkat Provinsi Kaltara telah selesai dilaksanakan. Saat penutupan acara, juga sudah diumumkan mereka yang juara tingkat provinsi yang kemudian akan dilanjutkan ke jenjang tingkat nasional.

Penilaian kata dia, pertama mencakup keterampilan akademik ini mengenai penilaian terhadap kemampuan siswa dalam mata pelajaran tertentu, seperti matematika, bahasa, atau ilmu pengetahuan.

“Kedua, keterampilan vokasional, penilaian terhadap kemampuan siswa dalam bidang vokasional, seperti kerajinan, teknologi, atau pertanian,” tuturnya.

Ketiga, keterampilan seni, penilaian terhadap kemampuan siswa dalam bidang seni, seperti musik, tari, atau lukis.

Selanjutnya, keterampilan hidup sehari-hari, penilaian terhadap kemampuan siswa dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti memasak, membersihkan, atau mengatur keuangan.

“Kreativitas dan inovasi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam berpikir kreatif dan inovatif, dalam menyelesaikan masalah atau menciptakan sesuatu yang baru,” tukasnya.

Termasuk komunikasi dan Interaksi Penilaian terhadap kemampuan siswa dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, baik secara verbal maupun non-verbal. Terkait dengan kriteria penilaian ketepatan dan keakuratan penilaian terhadap ketepatan dan keakuratan jawaban atau hasil kerja siswa.

Kreativitas dan orisinalitas penilaian terhadap kreativitas dan orisinalitas siswa, dalam menyelesaikan masalah atau menciptakan sesuatu yang baru.

Kemudian, kemampuan mengikuti Instruksi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam mengikuti instruksi dan aturan yang diberikan.

Terakhir berkaitan dengan kemampuan bekerja sama, penilaian terhadap kemampuan siswa dalam bekerja sama dengan orang lain dalam tim, atau kelompok serta penilaian terhadap siswa dalam mengatasi masalah dan menemukan solusi yang tepat.(*)

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER