Layanan Dikeluhkan, RSUD Jusuf SK Tarakan Siapkan Solusi

TARAKAN – Sejumlah keluhan terkait pelayanan di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan mengemuka dalam Forum Komunikasi Publik yang digelar, Senin (10/8/2026). Keluhan yang disampaikan mencakup antrean pelayanan, keterbatasan tempat tidur (bed), hingga penanganan pengaduan masyarakat.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Azis B., Sp.PK., M.H., mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah langkah untuk membenahi pelayanan rumah sakit.

Menurut Budy, keluhan dalam pelayanan publik merupakan hal yang tidak dapat sepenuhnya dihindari. Namun, rumah sakit harus mampu memberikan respons cepat terhadap setiap aduan yang disampaikan masyarakat.

“Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, tidak mungkin nol keluhan. Pintu masuk aduan itu banyak, ada yang langsung dan media sosial. Yang penting adalah bagaimana kita merespons cepat,” ujar dr. Budy Azis.

Dia juga meminta seluruh jajaran rumah sakit menjadikan kebutuhan pasien sebagai prioritas dalam memberikan pelayanan.

“Saya selalu ingatkan staf, layani pasienmu sebagaimana engkau ingin dilayani,” katanya.

Salah satu solusi yang disiapkan yakni memperkuat sistem pengaduan. Setiap pengaduan tertulis akan diproses dan diupayakan penyelesaiannya dalam waktu 1×24 jam.

Rumah sakit juga menyiagakan Manager on Duty selama 24 jam, untuk merespons secara langsung kendala pelayanan yang terjadi di lapangan.

Persoalan keterbatasan bed juga menjadi perhatian. Ketika ruang kelas 3 penuh dan terjadi antrean di IGD, pasien akan dititipkan sementara di ruang kelas 2 tanpa dikenakan biaya tambahan hingga ruang sesuai kelasnya tersedia.

“Titip kelas” ini diharapkan dapat menjadi solusi agar keterbatasan tempat tidur tidak menghambat proses pelayanan pasien.

Untuk mengurangi antrean obat, manajemen juga menyiapkan pembentukan apotek satelit. Saat ini, jumlah pasien yang dilayani untuk pengambilan obat mencapai sekitar 500-600 orang per hari.

Selain itu, akan disiapkan loket khusus bagi pasien lanjut usia dan penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat memperoleh pelayanan tanpa harus mengikuti antrean umum.

Pada layanan pendaftaran, RSUD dr. H. Jusuf SK terus mendorong pemanfaatan aplikasi Mobile JKN dan Anjungan Pasien Mandiri (APM) berbasis sidik jari.

Digitalisasi tersebut ditujukan untuk memberikan kepastian jadwal berobat, sekaligus mengurangi penumpukan antrean secara fisik di rumah sakit.

Selain pembenahan pelayanan, pengembangan fasilitas kesehatan juga dilakukan. Pembangunan gedung bunker radioterapi senilai sekitar Rp23 miliar saat ini tengah berjalan untuk mendukung layanan penanganan kanker.

Manajemen juga telah mengusulkan pembangunan gedung rawat inap baru kepada Kementerian Kesehatan. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas rumah sakit, hingga mencapai target ideal sekitar 500 tempat tidur.

Melalui berbagai langkah tersebut, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan berupaya menjadikan setiap keluhan masyarakat sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER