TARAKAN – Gelaran Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2025 menjadi motor penggerak perekonomian daerah di penghujung tahun. Mengusung tema “UMKM Maju, Budaya Lestari, Ekonomi Tangguh”, gelaran ini mencatat omzet transaksi UMKM mencapai Rp 3,49 miliar dan menarik lebih dari 50 ribu pengunjung selama pelaksanaannya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik, menjelaskan bahwa rangkaian KKB 2025 telah dimulai sejak awal Oktober, menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong penguatan UMKM dan ekonomi kreatif di daerah.
“Mulai dari bazar UMKM, gerakan pasar murah, pagelaran wastra, festival jajanan, layanan sertifikasi halal, donor darah, hingga pelayanan perbankan, semuanya kami sinergikan dengan perbankan di Tarakan dan Kaltara,” jelas Hasiando, Minggu (2/11/2025).
Selain itu, KPwBI Kaltara juga menggelar seminar pembiayaan UMKM dan Sekolah Jago Ekspor yang membahas strategi memperluas pasar produk lokal. Ada pula seminar kekayaan intelektual untuk mendorong pelaku usaha mematenkan merek dagang, serta bincang digitalisasi agar UMKM semakin siap memanfaatkan platform digital.
Rangkaian kegiatan semakin lengkap dengan Rembuk Kopi yang membahas potensi kopi Kaltara dan demo masak pangan lokal yang menampilkan olahan khas daerah. Tak hanya itu, KKB 2025 juga dimeriahkan dengan kompetisi kreatif seperti tarian tradisional, lomba video budaya, dan turnamen e-sport.
Kegiatan ini berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November di Tarakan Art & Convention Centre (TACC). Selama tiga hari pelaksanaan, antusiasme masyarakat meningkat pesat. “Jumlah pengunjung mencapai lebih dari 50 ribu orang. Tahun lalu hanya sekitar 10 ribu, jadi naik lima kali lipat,” ungkap Hasiando.
Menurutnya, capaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal sekaligus hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, BUMN, dan instansi vertikal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Omzet transaksi UMKM mencapai Rp 3,49 miliar, melampaui capaian tahun lalu. Ini bukti nyata bahwa KKB mampu memperkuat perekonomian daerah,” tutup Hasiando.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


