TARAKAN – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan mencatat 59 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2025. Selain itu, petugas juga menangani 545 operasi darurat non kebakaran di berbagai wilayah kota.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan, mengatakan kebakaran paling banyak terjadi pada rumah dan bangunan, yakni 25 kejadian. Sementara kebakaran kategori lainnya seperti motor, mobil, dan lainnya tercatat 25 kejadian, serta lahan dan hutan sebanyak 9 kejadian.
“Secara bulanan jumlah kebakaran fluktuatif. Paling tinggi terjadi pada bulan Mei dengan sembilan kejadian, disusul Juli dan Oktober masing-masing tujuh kejadian,” kata Irwan, Rabu (14/1/2026)
Tak hanya kebakaran, aktivitas operasi darurat non kebakaran juga terbilang tinggi. Sepanjang 2025, PMK Tarakan mencatat 545 operasi, meliputi evakuasi hewan berbahaya, penyelamatan warga, hingga kondisi darurat lainnya.
Operasi darurat terbanyak terjadi pada Bulan Juli sebanyak 65 kasus, disusul November 54 kasus dan Oktober 53 kasus. Sementara jumlah terendah tercatat pada Desember dengan 32 kasus.
Meski demikian, Irwan mengungkapkan masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah keterbatasan peralatan pemadaman dan armada, khususnya untuk wilayah sektor utara Kota Tarakan.
“Selain itu, akses gang sempit di permukiman padat belum semuanya didukung tandon cadangan air, sehingga menyulitkan suplai air saat pemadaman,” ujarnya.
Kendala lain yang dihadapi petugas adalah masih rendahnya kesadaran sebagian warga, yang kerap berkerumun saat terjadi kebakaran, sehingga menghambat laju armada menuju lokasi kejadian.
Irwan pun mengimbau masyarakat agar membantu membuka akses jalan bagi petugas, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui call center 112 atau layanan PMK Kota Tarakan.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


