TARAKAN – Kabut asap yang menyelimuti Kota Tarakan, Kalimantan Utara, berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Juwata Tarakan. Jarak pandang sempat turun drastis hingga hanya 500 meter.
Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Fahruddin Rahmat, mengatakan kondisi tersebut terjadi pada Senin (31/8/2026) siang. Berdasarkan laporan Stasiun Meteorologi Juwata dan AirNav Tarakan, jarak pandang mulai menurun sekitar pukul 14.00 WITA hingga 1 kilometer.
“Kemudian dilaporkan tadi pada pukul kurang lebih 14.30 Waktu Indonesia Tengah semakin memburuk sampai dengan jarak pandang hanya kurang lebih 500 meter,” kata Fahruddin dalam keterangannya kepada awak media, Senin (31/8/2026).
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap dua penerbangan. Pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 535 rute Balikpapan-Tarakan yang dijadwalkan mendarat pukul 13.05 WITA sempat melakukan holding selama sekitar 25 menit.
Pesawat kemudian memutuskan untuk kembali ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.
“Karena adanya kondisi cuaca hanya kurang lebih 1 km tadi untuk jarak pandang, sempat melakukan holding di atas kurang lebih selama 25 menit dan pada akhirnya memutuskan untuk divert kembali ke Balikpapan,” ujarnya.
Penerbangan Batik Air ID 6675 rute Jakarta-Tarakan juga mengalami kondisi serupa. Pesawat yang diperkirakan mendarat sekitar pukul 14.06 WITA sempat holding selama kurang lebih 20 menit sebelum akhirnya divert ke Balikpapan.
Fahruddin mengatakan, penumpang Batik Air telah turun dari pesawat dan masih menunggu perkembangan kondisi cuaca di Bandara Juwata.
“Karena jarak pandang juga dilaporkan dari Stasiun Meteorologi Juwata hanya sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer, sempat melakukan holding atau berputar di atas dulu kurang lebih 20 menit, dan akhirnya memutuskan untuk divert juga ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan,” jelasnya.
Fahruddin menjelaskan, kabut asap telah mulai memberikan dampak terhadap Tarakan sejak sekitar 10 Agustus 2026. Namun, pada awalnya kondisi tersebut belum terlalu signifikan dengan jarak pandang masih berada di kisaran 4-5 kilometer.
Kondisi memburuk dalam dua hari terakhir. Pada Minggu (30/8), jarak pandang di sekitar Bandara Juwata sempat turun menjadi sekitar 1 kilometer pada pukul 14.00 WITA.
Jarak pandang kemudian membaik menjadi sekitar 2 kilometer pada pukul 17.00 WITA dan mencapai 3 kilometer pada pukul 18.00 WITA.
Sementara pada Senin, jarak pandang kembali turun hingga 500 meter sekitar pukul 14.30 WITA.
“Alhamdulillah ini pukul 16.00 WITA sudah mulai membaik, jarak pandang saat ini sudah kurang lebih di 1.000 meter,” katanya.
Menurut Fahruddin, kondisi asap yang sampai ke Tarakan diduga berkaitan dengan pergerakan angin dari selatan ke utara. Asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan.
Fahruddin menyebut berdasarkan koordinasi dengan AirNav Tarakan dan ketentuan yang tercantum dalam Aeronautical Information Publication (AIP), terdapat batas minimum jarak pandang untuk prosedur pendekatan instrumen.
“Kurang lebih yang ada di chart yang sudah dipublikasikan kurang lebih di angka 2.500 meter untuk jarak pandang minimum untuk melakukan pendekatan instrument approach,” ungkapnya.
Meski demikian, keputusan untuk melakukan pendaratan maupun lepas landas, tetap berada di tangan pilot dengan mempertimbangkan keselamatan penerbangan.
“Keputusan untuk melakukan pendaratan maupun take off itu mutlak ada di tangan pilot atau pilot decision,” tegasnya.
Bandara Juwata, kata Fahruddin, terus berkoordinasi dengan AirNav Tarakan, Stasiun Meteorologi Juwata, serta maskapai untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang.
Pihak bandara juga memastikan fasilitas dan prasarana penerbangan tetap dalam kondisi baik, mulai dari runway, taxiway, apron hingga fasilitas penerangan seperti PAPI dan runway light.
“Kami memastikan bahwa kondisi fasilitas serta prasarana yang ada tetap terjaga dengan baik, serviceable untuk beroperasi dengan normal,” katanya.
Untuk jadwal penerbangan selanjutnya, pihak bandara masih menunggu perkembangan kondisi jarak pandang. Selain dua penerbangan yang divert, masih terdapat penerbangan Super Air Jet dan Lion Air rute Surabaya-Tarakan yang menunggu kondisi memungkinkan untuk masuk ke Tarakan.
Fahruddin juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
“Untuk kegiatan di luar rumah tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker, menggunakan kacamata, dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


