TARAKAN — Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Ferry Juata, Kota Tarakan, terganggu akibat kerusakan jembatan hidrolik atau movable bridge (MB), yang menjadi akses utama naik turun penumpang dan kendaraan ke kapal.
Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Juata, Firmansyah, membenarkan adanya kerusakan pada fasilitas tersebut. Ia menyebut, gangguan terjadi pada bagian silinder hidrolik, sehingga jembatan tidak dapat dioperasikan secara normal. “Iya, sedang rusak. Ini lagi mencari teknisi. Kerusakan ada pada silinder, jadi tidak bisa bergerak,” kata Firmansyah, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, kendala utama dalam proses perbaikan bukan pada anggaran, melainkan tidak tersedianya teknisi khusus yang mampu menangani jembatan hidrolik di Tarakan. “Kendalanya memang tidak adanya teknisi yang khusus bisa menangani MB. Kalau anggaran ada, tiap tahun juga dianggarkan untuk perawatan rutin seperti penggantian oli dan lainnya,” ujarnya.
Pihak UPTD Pelabuhan Juata telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Tarakan untuk mencari solusi. Selain itu, surat permohonan bantuan teknisi juga telah dikirimkan ke PT ASDP Indonesia Ferry. “Kami sudah koordinasi dengan Kadishub Tarakan. Solusinya minta support teknisi dari PT ASDP. Surat sudah kami kirim, kemungkinan masih dalam proses,” ungkapnya.
Tak hanya itu, komunikasi juga dilakukan dengan pelabuhan di Kecamatan Sebatik, yang sebelumnya pernah mengalami kerusakan serupa, sebagai bahan pembelajaran dalam penanganan.
Akibat kerusakan ini, operasional pelabuhan tidak sepenuhnya berhenti. Namun, proses bongkar muat harus menyesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut. “Pelayanan tetap berjalan, tapi memang harus menunggu air surut untuk bongkar muat,” jelasnya.
Firmansyah menegaskan, secara umum kerusakan ini tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat, meski terjadi perlambatan aktivitas, khususnya bagi kendaraan logistik. “Tidak ada dampak signifikan, hanya terhambat dalam bongkar muat saja,” katanya.
Dalam kondisi normal, pelabuhan ini melayani sekitar 200 penumpang per hari, dengan pergerakan kendaraan mencapai 20 unit mobil dan 40 sepeda motor. Ke depan, pihak UPTD berencana meningkatkan kualitas layanan, termasuk memastikan dukungan teknisi agar kejadian serupa tidak terulang. “Iya, ke depan kami akan minta support teknisi dari PT ASDP dan tetap lakukan perawatan rutin,” tutupnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


