BONTANG – Sebuah jembatan yang menjadi akses utama warga di RT 11 Kelurahan Tanjung Laut Indah dilaporkan mengalami kerusakan dan diduga kehilangan sejumlah balok penyangga. Kondisi tersebut membuat warga khawatir karena jembatan disebut mulai bergoyang saat dilintasi kendaraan.
Menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat, Lurah Elis Biantoro langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Dari hasil penelusuran awal, diketahui jembatan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kemarin kami sudah ke lokasi jembatan yang isunya hilang beberapa bagian. Sebelum ke lapangan kami telusuri dulu, ternyata jembatan tersebut aset provinsi,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Saat melakukan pengecekan langsung, pihak kelurahan menemukan adanya bekas baut yang terlepas pada bagian balok penyangga jembatan. Di sisi lain, beberapa baut lainnya masih terlihat terpasang di sejumlah titik.
Menurut Elis, kondisi itu memunculkan dua kemungkinan, yakni komponen penyangga memang belum terpasang sepenuhnya atau benar-benar hilang.
“Setelah saya lihat langsung di balok penyangga ada bekas baut bolong dilepas. Kedua, beberapa meter juga ada baut yang masih terpasang. Jadi ada dua kemungkinan, apakah memang belum dipasang siku atau memang hilang,” katanya.
Ia menjelaskan, bagian yang diduga hilang memiliki panjang sekitar 36 meter sehingga membutuhkan cukup banyak balok penyangga. Namun, warga sekitar mengaku kecil kemungkinan terjadi pencurian karena lingkungan dinilai cukup aman dan terdapat pos siskamling yang aktif melakukan penjagaan.
“Saya sempat tanya warga, mereka merasa lingkungan aman dan ada pos siskamling. Jadi kemungkinan hilang juga masih tanda tanya,” lanjutnya.
Untuk sementara waktu, warga diimbau membatasi penggunaan jembatan, khususnya kendaraan roda empat. Saat ini akses masih diperbolehkan untuk kendaraan roda dua sambil menunggu hasil koordinasi dengan instansi terkait.
“Kami tindak lanjut awal hanya dilewati roda dua. Tetap saya imbau dibatasi untuk roda empat. Sebab jembatan ini seperti di Bontang Kuala, kalau ada urgent bisa masuk untuk roda empat,” ujarnya.
Pihak kelurahan berencana berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bontang guna memastikan kondisi konstruksi jembatan dan mencari penyebab pasti hilangnya bagian penyangga tersebut.
Selain itu, warga juga diminta meningkatkan penjagaan lingkungan, terutama pada malam hari. Dugaan sementara, apabila memang terjadi kehilangan material, pengambilan dilakukan saat kondisi air pasang.
Elis menambahkan, sejauh ini tidak ada laporan resmi yang masuk ke kelurahan. Informasi awal justru diketahui melalui pemberitaan media dan keluhan warga sekitar.
“Tidak ada warga yang melapor langsung, mereka lapor ke media. Karena itu lingkungan saya, maka saya harus lihat langsung,” tutupnya. (MK)
Penulis: Dwi S
Editor: Agus S


