TANJUNG SELOR – Informasi soal dugaan peredaran uang palsu di Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltara beberapa waktu lalu sempat menyita perhatian publik. Apalagi kejadian yang sama sudah pernah terjadi sebelumnya dengan korban beragam, salah satunya pengusaha UMKM di Pasar Induk Tanjung Selor.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Bulungan Riyanto mengimbau warga Bulungan dan sekitarnya, supaya lebih berhati-hati dan waspada soal peredaran uang palsu tersebut.
“Iya, soal itu kami juga perihatin apalagi kalau korbannya pengusaha UMKM dan masyarakat luas. Yang bisa kita lakukan pertama menerawang setiap uang yang ditransaksi, meskipun ini menjadi dilema karena kadang banyaknya pembeli membuat pedagang kesibukan dan mungkin tidak sempat cek uang transaksi satu per satu,” kata Riyanto.
Oleh karena itu, peran pihak Bank Indonesia (BI) diharapkan lebih maksimal guna mengedukasi kepada masyarakat soal pengunaan uang asli atau palsu. Salah satu yang dikenal dari sosialisasi BI itu yakni 3D dilihat, diraba dan diterawang.
Dilihat lanjut Riyanto, sosialisasi yang pernah didengar dari BI yakni memperhatikan warna. Pasalnya uang asli memiliki ciri khusus yakni berupa warna yang tampak terang, tajam dan jelas. Dan juga bisa dilakukan pengecekan perubahan warna pada benang pengaman atau gambar tertentu (seperti bunga pada pecahan tertentu) bila dilihat dari sudut yang berbeda.
Diraba Kata Riyanto merasakan bagian gambar utama, lambang Garuda, angka nominal, dan tulisan yang terasa kasar atau timbul (cetak intaglio). Dan diterawang itu dengan cara mengangkat uang ke sumber pencahayaan.
“Perhatikan tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan nasional yang tertera di uang dengan bermacam pecahan,” tuturnya.
“Saya pikir dengan cara seperti itu diharapkan masyarakat lebih teliti dan paham membedakan uang asli atau palsu. Dan kita dorong BI supaya lebih intens membantu warga yang menjadi korban penipuan. Supaya ini bisa diminimalisir sejak dini,” tandasnya. (*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


