Harlah ke-80, Muslimat NU Tarakan Rawat Toleransi Lewat Pendidikan

TARAKAN — Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tarakan menunjukkan peran konkret dalam merawat toleransi dan membangun pendidikan inklusif. Lewat lembaga pendidikan yang dikelola, sekitar 50 persen peserta didiknya berasal dari kalangan non-Muslim.

Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU di Kota Tarakan, Sabtu (10/1/2026). Selama delapan dekade, perempuan NU dinilai konsisten memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan, dan kebinekaan, khususnya di wilayah perbatasan.

Ketua PC Muslimat NU Kota Tarakan, Siti Laela Al Khafidzoh, mengatakan Muslimat NU tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi aktif membangun masyarakat dari tingkat paling dasar melalui pendidikan.

Muslimat NU Tarakan saat ini mengelola sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari PAUD, TKIT, SDIT hingga Sekolah Citra Bangsa. Dari total peserta didik, sekitar separuhnya berasal dari latar belakang non-Muslim.

“Anak-anak Kristiani dan Katolik tetap kami fasilitasi pendampingan rohani sesuai keyakinan mereka. Ini wujud nyata Islam rahmatan lil alamin yang kami praktikkan melalui pendidikan,” ujar Siti Laela.

Menurutnya, pendidikan menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, serta membangun generasi yang saling menghargai perbedaan sejak usia dini.

Sementara itu, Ketua PP Muslimat NU sekaligus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa kekuatan Muslimat NU terletak pada keikhlasan perempuan NU dalam berkhidmat kepada umat dan masyarakat.

Ia menyebut pengabdian yang dilakukan Muslimat NU dengan mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran menjadi sumber keberkahan hidup sekaligus energi perubahan sosial.

“Hidup yang barokah bukan soal banyaknya harta, tetapi seberapa besar manfaat yang diberikan. Muslimat NU adalah tempat berlatih mengurusi umat dengan penuh kasih,” kata Arifah.

Dalam konteks perlindungan anak, Arifah menekankan peran ibu sebagai kunci lahirnya generasi yang sehat dan berdaya, dimulai dari keluarga yang penuh kasih sayang.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER