TARAKAN – Guru dan kepala sekolah di Kota Tarakan mengungkap sejumlah temuan mengejutkan terkait perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Temuan tersebut dinilai sudah berada pada level mengkhawatirkan dan sulit ditangani hanya dengan pembinaan di sekolah.
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMP Negeri 2 Tarakan, Dian Anggraini, mengungkap pihaknya menemukan buku bacaan menyerupai komik kartun yang disisipi konten pornografi hubungan sesama jenis dan beredar di kalangan siswa.
“Sekilas bukunya seperti komik biasa, tapi di dalamnya berisi konten dewasa sesama jenis. Anak-anak membeli buku itu di toko-toko besar,” ungkap Dian saat Rapat Dengar Pendapat bersama DPRD Tarakan, Jumat (9/1/2026).
Dia menyebut sebagian siswa yang terpapar memiliki latar belakang trauma dan jika tidak ditangani secara serius berpotensi mengulangi perilaku serupa. Upaya konseling hingga kunjungan rumah sudah dilakukan, namun pengaruh dari luar sekolah dinilai sangat kuat.
Temuan lain disampaikan Kepala SMP Negeri 5 Tarakan, Tri Junarto, yang mengaku menghadapi siswa laki-laki yang secara terbuka menampilkan perilaku feminin di lingkungan sekolah.
“Ada siswa laki-laki yang berdandan dan memakai kosmetik. Sudah ditegur, tapi diulangi lagi. Mereka lebih nyaman bergaul dengan kelompok perempuan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Tarakan, Rahmat, menyoroti minimnya dukungan dari sebagian orang tua. Dia menyebut ada orang tua yang menolak saat anaknya dipanggil meski sudah ada indikasi kuat di sekolah.
Paparan para guru tersebut mendorong DPRD Tarakan mewacanakan langkah pembinaan khusus di luar sekolah, termasuk opsi pembinaan disiplin melalui barak militer, sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan masa depan siswa. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


