BALIKPAPAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan terus memperluas jangkauan kolaborasi, dalam rangka memperkuat fondasi demokrasi di Kota Beriman. Kali ini, Bawaslu melakukan kunjungan konsolidasi strategis ke Kantor Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan, untuk membahas pengawalan kualitas demokrasi menjelang Pemilu dan Pilkada mendatang.
Pertemuan ini menjadi sangat krusial, mengingat masjid memiliki peran sentral sebagai pusat peradaban dan edukasi masyarakat. Fokus utama diskusi ini adalah memitigasi penyebaran konten negatif yang kerap muncul dalam dinamika politik.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Balikpapan, Wasanti menekankan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) serta penyebaran berita bohong atau hoaks agar menjadi perhatian serius. Kedua belah pihak sepakat bahwa isu SARA sering kali ditunggangi oleh hoaks, sebagai alat untuk mempercepat penyebaran informasi palsu.
“Isu SARA dan hoaks memiliki hubungan yang sangat erat. Sentimen agama atau kesukuan sering dimanfaatkan sebagai ‘kendaraan’ agar informasi palsu lebih mudah diterima dan memicu emosi publik. Jika dibiarkan, kombinasi keduanya akan mempercepat penyebaran kebencian dan memperdalam polarisasi sosial di tengah masyarakat,” ungkap Wasanti.
Masjid sebagai Benteng Demokrasi yang Sejuk
Menyikapi potensi ancaman tersebut, Bawaslu Balikpapan dan DMI bersepakat untuk melakukan langkah-langkah konkret sebagai tindak lanjut. Bawaslu dan DMI akan terus bersinergi dalam memantau dinamika informasi yang berkembang di lingkungan keagamaan.
Guna menggencarkan sosialisasi, Bawaslu juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi pengawasan partisipatif secara langsung di masjid-masjid se-Kota Balikpapan, untuk memastikan mimbar keagamaan tetap sejuk dan bebas dari kampanye hitam.
Berbagai kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperluas jangkauan edukasi kepada lembaga-lembaga keagamaan lainnya, untuk membangun kesadaran kolektif dalam melawan politik identitas.
Komitmen Menjaga Kerukunan
Ketua DMI Kota Balikpapan menyambut baik inisiatif Bawaslu ini. Menurutnya, menjaga masjid dari polusi informasi dan provokasi politik, adalah bagian dari upaya menjaga kemuliaan rumah ibadah sekaligus menjaga keutuhan bangsa.
Melalui kerja sama ini, diharapkan masyarakat Kota Balikpapan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang membawa unsur SARA.
Bawaslu berharap dukungan dari tokoh agama dan pengurus masjid, dapat menjadi filter efektif dalam memutus mata rantai hoaks demi terwujudnya Pemilu dan Pilkada yang damai serta bermartabat. (Rls)
Editor: Yusva Alam


