TARAKAN – Getaran gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 yang mengguncang Kota Tarakan, Rabu (5/11/2025) pukul 18.37 WITA, membuat aktivitas di RSUD dr. H. Jusuf SK sempat terhenti. Sejumlah pasien dievakuasi keluar gedung sebagai langkah antisipasi keselamatan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis, mengatakan gempa tersebut menjadi kejadian yang tidak terduga. Menurutnya, rumah sakit memang memiliki prosedur tetap untuk melakukan evakuasi apabila terjadi bencana seperti gempa bumi.
“Ini kejadian yang tidak kita sangka-sangka. Tapi memang ada aturan di rumah sakit bahwa kalau terjadi gempa, kita harus lakukan evakuasi,” ujar dr. Budy.
Dari total 340 pasien yang sedang dirawat, tidak semuanya dievakuasi. Evakuasi dilakukan terhadap pasien-pasien yang kondisi kesehatannya stabil atau tidak dalam keadaan darurat, sedangkan pasien kritis tetap berada di ruang perawatan dengan pengawasan ketat petugas.
Situasi rumah sakit saat ini disebut sudah kondusif. Para pasien yang sempat dievakuasi secara bertahap mulai dikembalikan ke ruangan masing-masing. Satu pasien yang sempat mengalami kesakitan setelah menjalani operasi juga telah mendapatkan penanganan dan dalam kondisi baik.
Budy menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan BMKG BPBD, diprediksi tidak ada aktivitas gempa susulan. Namun, pihak rumah sakit tetap menyiapkan langkah antisipasi dengan memasang tenda darurat di sekitar area rumah sakit.
“Kami tetap waspada. Jika nanti ada gempa susulan, pasien bisa langsung kami evakuasi ke tenda yang sudah disiapkan,” ujarnya.
Dia juga mengimbau keluarga pasien agar tetap tenang dan tidak panik, agar kondisi di rumah sakit tetap terkendali.
“Kalau keluarga tenang, pasien juga ikut tenang. Jangan panik karena itu justru membuat keadaan makin kacau,” tegas dr. Budy.
Evakuasi pasien dilakukan dengan memprioritaskan mereka yang dapat berjalan sendiri atau mudah dipindahkan, mengingat lift tidak dapat digunakan selama gempa berlangsung. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan telah berangsur normal dan pelayanan kesehatan kembali berjalan seperti biasa. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


