TARAKAN – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, berbagai elemen masyarakat di Kota Tarakan mulai melakukan persiapan guna menjaga suasana yang tertib dan kondusif. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kepatuhan terhadap imbauan pemerintah terkait operasional tempat usaha pada siang hari.
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Front Persaudaraan Islam (FPI) Tarakan menyatakan kesiapan untuk turut mengawal pelaksanaan imbauan tersebut melalui langkah pemantauan di lapangan.
Ketua DPW FPI Tarakan, Ahmad Irwan, mengatakan pihaknya akan mengedepankan prosedur dan koordinasi dengan pemerintah serta aparat penegak hukum dalam setiap langkah yang diambil.
“Intinya kita jalankan dulu imbauan dari pemerintah. Kalau memang tidak dijalankan dan sudah diberitahukan, baru kita akan tindak lanjuti sesuai mekanisme,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Dia menegaskan, FPI tidak bermaksud melangkahi kewenangan pemerintah maupun aparat. Apabila ditemukan pelanggaran, pihaknya akan terlebih dahulu menyampaikan laporan atau berkoordinasi dengan instansi terkait.
Menurutnya, pada Ramadan tahun sebelumnya, mayoritas pelaku usaha telah mematuhi ketentuan yang berlaku. Hanya sebagian kecil yang dinilai kurang memperhatikan imbauan, seperti tidak memasang tirai penutup saat beroperasi di siang hari. “Kalau tahun lalu hampir semua tutup. Hanya ada beberapa warung yang mungkin lalai, tetapi secara umum situasi cukup kondusif,” katanya.
FPI Tarakan juga mengaku telah melakukan komunikasi awal dengan aparat kepolisian dan berencana menjalin koordinasi dengan Satpol PP serta pemerintah kota, khususnya terkait penegakan peraturan daerah.
Dia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga ketertiban dan menghormati suasana Ramadan, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


