Food Testing Dilakukan Jelang Operasional Dapur Gizi Polres Kutim

SANGATTA – Kepolisian Resor Kutai Timur mematangkan kesiapan operasional Dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Kemala Bhayangkari yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Sangatta Utara.

Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan simulasi operasional dapur sebagai tahapan akhir sebelum resmi beroperasi pada 11 Mei 2026 mendatang.

Dalam tahap awal, dapur SPPG ditargetkan mampu melayani sebanyak 1.410 penerima manfaat di wilayah Kutai Timur.

Simulasi dipimpin langsung Wakapolres Kutim, Ahmad Abdullah bersama jajaran pejabat utama Polres Kutim, pengurus Bhayangkari Cabang Kutim, serta perwakilan Badan Gizi Nasional.

Seluruh tahapan operasional diuji dalam simulasi tersebut, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pencucian, pengolahan makanan, pengemasan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Tak hanya itu, aspek higienitas dan keamanan pangan juga menjadi perhatian utama. Seluruh petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap guna menjaga kualitas makanan yang diproduksi.

Ahmad Abdullah mengatakan simulasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal sebelum dapur resmi beroperasi.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari kesiapan teknis sekaligus evaluasi awal agar seluruh sistem berjalan optimal. Kami ingin memastikan dapur SPPG Polres Kutim benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut, jajaran Kepolisian Resor Kutai Timur bersama Bhayangkari juga melakukan food testing guna memastikan makanan yang akan disalurkan memenuhi standar gizi dan aman dikonsumsi.

Ke depan, dapur SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Kutim diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 2.500 hingga 3.000 porsi makanan per hari. Kapasitas tersebut didukung fasilitas dapur modern dan sistem pengelolaan yang telah terstandarisasi.

Menurut Ahmad Abdullah, keberadaan dapur SPPG merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemenuhan gizi.

“Program ini bukan hanya tentang penyediaan makanan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan gizi yang sehat, aman, dan layak konsumsi,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara Polri, Bhayangkari, dan Badan Gizi Nasional terus diperkuat agar pelayanan gizi dapat berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan keberadaan SPPG benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER